Stok Kurang, Harga Sayur di Pasar Sintang Mahal
- 14 Sep 2026 09:00 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pasokan sayur mayur di pasar tradisional di Kota Sintang kurang menyebabkan harga mahal, kenaikan harga rata-rata mencapai dua kali lipat.
Salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Sungai Ana Sintang, Anasia mengatakan mahalnya harga sayur mayur disebabkan kurangnya suplai di pasar tumpah atau pasar Masuka Sintang yang biasanya menjadi pusat belanja pedagang sayur dari berbagai daerah termasuk sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kota Sintang untuk di jual kembali.
Anasia menyampaikan harga timun sekarang mencapai 28 ribu rupiah perkilogram yang sebelumnya 15 ribu rupiah, Kacang Panjang 38 ribu rupiah yang sbelumnya 15 ribu rupiah, kol yang biasanya 10 ribu rupiah per kilogram kini dengan harga 15 ribu rupiah, dan sejumlah komoditi lainnya juga naik.
“Sayur daun biasanya tiga ikat sepuluh ribu, kini satu ikat dengan harga lima ribu rupiah, saya kalau membeli sayur ke Pasar Masuka jam 01.00 WIB sudah berangkat dari rumah, berangkat subuh ya sudah tidak ada yang bagus lagi,”kata Anasia, Minggu, 13 September 2026.
Sementara itu Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kabupaten Sintang terus melakukan pantauan ketersediaan dan perkembangan harga di pasar tradsional Sintang. Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang Erlis Kurniasih membenarkan terjadinya kenaikan harga komoditi sayur mayur di Pasar tradisional.
Dikatakan Erlis kenaikan harga komoditi sayur mayur dan Cabai di Kota Sintang dipengaruhi musim kemarau dan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kurangnya pasokan dari petani, akibat kekeringan di musim kemarau, kondisi ini memicu lonjakan harga di pasaran.
“Hal ini menyebabkan penurunan volume produksi dari sentra pertanian sayur di kelam permai dan Binjai Hulu berkurang drastis,” kata Erlis Kurniasih.
Erlis menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sintang. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan harga di lapangan serta mengantisipasi apabila terjadi kenaikan harga yang lebih tinggi. (Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....