Jaga Paru-Paru Dunia, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Edukasi Warga Ambalau

  • 05 Sep 2026 18:40 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang — Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI menggelar sosialisasi edukatif bersama masyarakat Desa Lunjan Tingang, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat, 4 September 2026.

Tim yang dipimpin Kolonel Adm Sutikno, didampingi Letkol (K) Tri Wiyono dan Kapten Inf Nanang Cahyo, tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Dalam tatap muka yang berlangsung hangat, tim penyuluh mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Hal ini dinilai penting mengingat kawasan hutan di Ambalau memiliki keanekaragaman hayati yang harus dijaga serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan.

Tim penyuluh juga menjelaskan berbagai dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla, mulai dari munculnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, ancaman terhadap kesehatan, kerusakan ekosistem, hingga menurunnya kualitas tanah akibat hilangnya unsur hara.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, masyarakat juga didorong untuk menerapkan metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dengan metode tersebut, pembukaan lahan dapat dilakukan tanpa menimbulkan risiko penyebaran api yang sulit dikendalikan.

Tidak hanya itu, tim penyuluh menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla. Sistem pengawasan dan patroli secara mandiri di tingkat desa dinilai dapat menjadi langkah efektif, khususnya dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.

"Kelestarian hutan di Ambalau bukan sekadar urusan lokal, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Melindungi hutan dari ancaman api adalah bentuk tanggung jawab dan pengabdian nyata kita bagi generasi mendatang," ujar Kolonel Sutikno.

Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan pembukaan dan pengelolaan lahan.

Masyarakat Desa Lunjan Tingang merespons positif kegiatan tersebut. Warga menyampaikan kesiapan untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayahnya dari potensi kebakaran.

Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, upaya pencegahan Karhutla di Kecamatan Ambalau diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan lingkungan yang aman serta sehat dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (ril/Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....