Karhutla Sintang Capai 576,5 Hektare, Pemadaman Terkendala Akses dan Sumber Air

  • 01 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang hingga saat ini telah melanda sekitar 576,5 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang yang saat ini berada dalam situasi tanggap darurat karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan sebanyak 126 titik kebakaran telah ditangani dan dipadamkan. Ia menjelaskan, kendala utama pemadaman adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air.

Kendala kita akses dengan sumber air. Jadi pertama akses kita kalau mobil tidak bisa masuk itu menjadi hambatan. Kemudian sumber air juga yang jauh jaraknya. Sehingga kita memang kurang alat, selang kita kurang panjang untuk mencapai titik api.” ujar Kusnidar saat ditemui usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Pendopo Bupati Sintang, Senin 31 Agustus 2026.

Selain persoalan peralatan, keterbatasan personel juga menjadi tantangan karena penanganan karhutla telah berlangsung cukup lama. BPBD Sintang mengandalkan dukungan Damkar, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya termasuk relawan untuk menjaga kesiapsiagaan personel di lapangan.

Terkait dukungan water bombing, Kusnidar menyebut Komando Daerah Militer telah menyampaikan rencana pengerahan dua helikopter. Namun, waktu dan lokasi penempatannya masih belum dipastikan.

Terkait water bombing belum dapat dipastikan, BPBD Provinsi mengatakan itu hanya sampai di Ketapang dengan Pontianak. Tapi kita tetap siap saja kalau memang itu mencakup kita,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama kondisi kemarau. Menurutnya, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mencegah munculnya sumber api yang dapat memicu karhutla.

“Pemerintah sudah berusaha sedemikian rupa, cuman pemerintah tentu minta partisipasi masyarakat untuk sementara tidak membakar. Karena bagaimanapun kemarau, kalau tidak berasal dari sumber api ya tidak ada kebakaran,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta pelaku usaha di Sintang turut berpartisipasi dalam penanganan karhutla, mengingat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga dapat memengaruhi masyarakat secara luas.

Sementara terkait usulan peningkatan status karhutla menjadi bencana nasional, Bupati Sintang mengatakan hal tersebut akan dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, kondisi karhutla dan berbagai dampak yang dirasakan masyarakat menjadi bahan pertimbangan untuk membicarakan usulan tersebut lebih lanjut.

“Dalam menetapkan ini sebagai bencana nasional, Itu kan upaya kita dalam ini, Cuma syarat itu memang tidak gampang. Tapi kita nanti bertemu dengan kawan-kawan forkopimda untuk membicarakan hal ini,” kata Bupati. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....