Karhutla Rawa Mambok Membesar, Sumber Air Terbatas
- 31 Agt 2026 10:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Rawa Mambok, Kabupaten Sintang, dilaporkan semakin membesar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena petugas di lapangan menghadapi keterbatasan sumber air untuk melakukan pemadaman.
Petugas Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) UPT KPH Sintang Timur, Juni, dalam laporannya Kamis, 27 Agustus 2026 menyampaikan kondisi terkini kebakaran di wilayah tersebut.
“Apinya sudah membesar. Ini di wilayahnya, titik apinya di Desa Rawa Mambok. Tapi kita keterbatasan sumber air, tidak ada,” ujar Juni.
Menurutnya, keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam upaya penanganan kebakaran. Kondisi tersebut dapat menyulitkan petugas untuk menjangkau dan mengendalikan kobaran api, terlebih ketika api terus membesar.
Brigade Dalkarhutla UPT KPH Sintang Timur tetap melakukan upaya penanganan di lokasi untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke wilayah lainnya. Petugas juga terus berkoordinasi dalam menghadapi kondisi di lapangan.
Karhutla yang terjadi di Rawa Mambok menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Api yang awalnya berasal dari area terbatas dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lahan kering dan tidak segera ditangani.
Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara.
Masyarakat di sekitar wilayah rawan karhutla diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran lahan maupun sampah yang tidak terkendali dapat menjadi sumber api yang sulit dipadamkan ketika kondisi lingkungan kering.
Juni juga mengingatkan personel yang berada di lapangan untuk tetap menjaga kesehatan dan kekompakan dalam menjalankan tugas penanganan karhutla.
“Tetap semangat, salam sehat, jaga kekompakan,” kata Juni.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari petugas pemadam, pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat. Pelaporan secara cepat apabila menemukan titik api juga penting dilakukan agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....