Udara Sintang Memburuk, BMKG Ingatkan Warga Gunakan Masker

  • 20 Agt 2026 12:28 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kualitas udara di Kabupaten Sintang masuk kategori berbahaya pada Rabu 19 Agustus 2026 pagi. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi bertahan lebih lama apabila jumlah titik panas atau hotspot terus meningkat.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang, Dharmawan Wahyu Adhi, mengatakan hasil pemantauan pada 18 hingga 19 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 157 titik panas. Dari jumlah tersebut, 131 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, sedangkan 20 titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

“Untuk pengamatan kualitas udara pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026 dengan menggunakan peralatan Particulate Matter 2,5 yang berada di Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang, tadi sekitar pukul 07.00 sempat mencapai kategori berbahaya,” ujar Dharmawan.

Menurutnya, peningkatan jumlah hotspot dapat berdampak terhadap kualitas udara. Jika kondisi tersebut terus terjadi, kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya dapat bertahan lebih lama dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Menyikapi hal tesebut, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Paparan udara yang tidak sehat secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara.

Masyarakat juga diminta tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan di tengah kondisi cuaca yang kering. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya titik panas baru yang dapat memperburuk kualitas udara sekaligus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang. (din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....