Water Bombing Fokus di Wilayah Ketungau, Sintang Kota Menunggu

  • 07 Sep 2026 08:54 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kabupaten Sintang akan mendapatkan dukungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing. Namun, bantuan pemadaman dari udara tersebut saat ini masih difokuskan ke wilayah perbukitan di Kecamatan Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan penggunaan water bombing diprioritaskan untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun tidak memiliki sumber air yang memadai.

“Penggunaan water bombing ini kita pilih daerah-daerah perbukitan yang di luar jangkauan kita dan juga di luar jangkauan sumber air,” ujar Kusnidar.

Menurutnya, wilayah Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah menjadi prioritas pemadaman dari udara. Sementara itu, karhutla yang terjadi di wilayah Sintang kota hingga kini belum mendapatkan pemadaman menggunakan water bombing.

Meski demikian, BPBD Sintang telah mengirimkan titik koordinat lokasi karhutla di wilayah Sintang kota kepada pihak terkait di Pontianak.

“Untuk Sintang kota belum ada. Tapi titik koordinat sudah kita kirim ke Pontianak,” katanya.

Kusnidar menjelaskan, pengerahan helikopter ke wilayah Sintang masih menunggu kesiapan armada serta kondisi asap yang memungkinkan helikopter melakukan pendaratan dan operasional.

Jika kondisi memungkinkan, helikopter akan diarahkan untuk mendukung pemadaman di titik-titik yang telah dilaporkan.

“Kalau sudah memungkinkan mereka landing, mereka akan landing,” jelasnya.

Menurut Kusnidar, jarak bukan menjadi persoalan utama dalam pengerahan water bombing. Helikopter direncanakan tetap berada di kawasan Sungai Tebelian sehingga dapat menjangkau sejumlah lokasi karhutla di Sintang.

“Karena mereka akan stay di Sungai Tebelian, jadi nggak masalah. Jadi kan perlu jarak tiga jam itu aman,” ujarnya.

Sementara itu, karhutla masih menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Sintang. Di Ketungau Tengah, misalnya, kebakaran kembali terjadi di sejumlah titik dalam beberapa pekan terakhir dan sebagian lokasi berada di lahan gambut yang sulit ditangani secara darat.

Pemerintah daerah kini mengandalkan kombinasi pemadaman darat dan dukungan udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. BNPB juga menyebut penanganan karhutla di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui operasi darat, patroli udara, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca sesuai kondisi di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, bantuan water bombing diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla, terutama pada wilayah yang tidak memungkinkan dijangkau secara optimal oleh petugas pemadam dari darat. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....