BPBD Sintang Minta Warga Waspada Karhutla Selama Musim Kemarau

  • 05 Agt 2026 13:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan hasil pemantauan dan investigasi terhadap sejumlah kejadian karhutla menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, terutama akibat kelalaian saat membakar sampah maupun membuka lahan.

"Berdasarkan pantauan dan investigasi kita dengan kebakaran beberapa waktu yang lalu, salah satu penyebabnya ada kelalaian masyarakat yang bakar sampah, kemudian ada yang juga buka lahan, kita tidak tahu kepentingan apa, lalu ditinggalkan," ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Kusnidar, kondisi cuaca yang sedang memasuki musim kemarau membuat vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengimbau, yang pertama karena ini masuk cuaca ekstrem, kemarau, jadi tolonglah bagi masyarakat yang membuang sampah, kalau bisa jangan dibakar dengan kondisi cuaca ini. Kalaupun harus dibakar, skalanya kecil dan juga harus dijaga dan dimatikan sebelum meninggalkan sampah itu," katanya.

Selain pembakaran sampah, BPBD juga mengingatkan agar masyarakat maupun pelaku usaha tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kusnidar menegaskan pembakaran untuk kepentingan perkebunan berskala komersial merupakan tindakan yang dilarang karena berpotensi menimbulkan kebakaran dalam skala luas.

"Yang kedua, yang buka lahan, kalau peladang mungkin lahannya terbatas, tapi bagi yang punya kepentingan untuk kebun, kita mengimbau untuk kebun itu janganlah dibakar. Jelas itu dilarang, karena itu komersial dan itu luasannya kan besar. Jadi, itu tidak diizinkan, kita minta jangan sampai dilakukanlah itu," ucapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering atau ranting yang mudah terbakar.

"Kemudian, buang puntung rokok itu janganlah di tempat-tempat yang kering, atau yang ada ranting, karena itu juga salah satu memicu kebakaran," kata Kusnidar.

Kusnidar mengungkapkan luas lahan yang terbakar di Kabupaten Sintang terus bertambah. Hingga saat ini, total luasan lahan yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 50 hingga 60 hektare.

"Untuk lahan yang sudah terbakar dari pertama yang kami tangani itu ada 2,5 hektare, kemudian titik yang kedua ada 15 hektare. Tidak kurang dari 50 sampai 60 hektare ini sekarang," tuturnya.

Menghadapi meningkatnya ancaman karhutla, BPBD Kabupaten Sintang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan melalui patroli bersama. Pemerintah desa, kecamatan, unsur Forkopimcam, hingga perusahaan diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

"Kemudian, kita minta patroli bersama desa, kecamatan, maupun pihak perusahaan. Kita mengimbau perusahaan untuk membantu, karena perusahaan ini kan semua sudah diwajibkan memiliki sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Jadi, tolonglah warga kita yang daerahnya sulit kami jangkau, kita minta partisipasi Forkopimcam maupun perusahaan setempat," katanya.

BPBD Kabupaten Sintang menegaskan pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko karhutla. Partisipasi masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....