Puskesmas Sungai Durian Sintang Temukan Suspec Campak

  • 15 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Puskesmas Sungai Durian Sintang mencatat telah ada satu temuan kasus campak di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Sintang, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan diri, jika ditemukan adanya gejala, agar segera mendapatkan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat.

Kepala UPTD Puskesmas Sungai Durian Sintang Dimas Eko Kusprihastono mengatakan saat ini sedang dilakukan pelacakan untuk mengetahui apakah ada suspect yang mengarah ke penyakit campak, guna mencegah terjadinya penularan lebih luas.

“Kepada masayarakat saya mengimbau agar tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat dan mengenali ciri-ciri penyakit campak, penyakit campak bisa menular melalui percikan air liur yang sudah terinveksi penyakit campak,” kata Dimas Eko Kusprihastono, Selasa, 14 Juli 2026.

Dikatakan Dimas penyakit campak bisa saja menular ke semua usia namun yang rentan kelompok usia anak-anak, jika telah diberikan imunisasi campak, kemungkinan tertular sangat kecil dan jika tertular juga tidak berbahaya. Untuk itu imunisasi dasar lengkap terus digalakan.

Selain menjaga kebersihan diri, masyarakat juga diminta untuk menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta mengurangi kontak dengan orang lain apabila mengalami gejala demam yang disertai ruam pada kulit. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk membantu memutus rantai penularan penyakit.

Adapun gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, kemudian muncul ruam kemerahan yang biasanya berawal dari wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Apabila menemukan gejala tersebut, masyarakat diimbau tidak melakukan pengobatan sendiri, melainkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Puskesmas Sungai Durian Sintang juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat kegiatan surveilans dan pemantauan di wilayah kerja. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sehingga apabila ditemukan kasus suspek lainnya dapat segera ditangani, sekaligus mencegah penyebaran campak agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa. (Tin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....