SDN 07 Sintang Terapkan Kantin Sehat Bebas Plastik
- 11 Mei 2026 12:34 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Dalam rangka mendukung gerakan Zero Waste Plastic dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih serta sehat, SDN 07 Sintang menerapkan kebijakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kantin sekolah.
Sebagai bentuk inovasi ramah lingkungan, pihak sekolah kini menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan bagi para siswa, ketika membeli jajanan dari kantin sekolah.
Kepala SDN 07 Sintang, Ibni Malik mengatakan pihak sekolah memang telah lama berkomitmen untuk menerapkan konsep kantin sehat yang bebas dari penggunaan plastik sekali pakai.
| Baca juga: Kecamatan Sintang Siapkan Sanitasi Sehat |
“Jadi SDN 7 Sintang memang menerapkan kantin sehat, dimana kantin sehat ini kami mengarah kepada program dari pemerintah daerah,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam mendukung program pemerintah daerah dalam upaya pengurangan sampah plastik. Selain itu, penerapan kantin sehat juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.
Menurut Ibni, langkah pengurangan plastik sebenarnya telah dipersiapkan sejak jauh hari sebelum adanya aturan resmi dari pemerintah daerah. Namun dengan adanya dorongan dan kebijakan tersebut, pihak sekolah menjadi semakin semangat untuk menerapkan sistem kantin non-plastik secara lebih maksimal.
“Jadi sebenarnya jauh-jauh hari sudah kami siapkan untuk non-plastik ini. Tetapi begitu keluar aturan dari pemerintah daerah, kami semakin semangat. Memang untuk plastik di SDN 07 Sintang ini hampir kami tiadakan, artinya plastik yang sekali pakai sama sekali tidak ada,” katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan daun pisang dipilih karena lebih ramah lingkungan, mudah didapat, serta memiliki nilai edukasi bagi siswa terkait pentingnya menjaga kelestarian alam. Selain itu, daun pisang juga dinilai lebih aman dan alami untuk digunakan sebagai pembungkus makanan.
“Inovasi kami menggunakan daun pisang. Kami menggunakan daun pisang, karena daun pisang itu mudah terurai, kalau plastik ini butuh waktu 200 hingga 450 tahun untuk terurai,” ucapnya.
Pihak sekolah berharap kebiasaan sederhana tersebut dapat membentuk karakter peduli lingkungan pada diri siswa, sehingga nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Selain memberikan dampak positif bagi kebersihan sekolah, penerapan kantin sehat tanpa plastik juga mendapat dukungan dari para guru serta para siswa. Langkah tersebut dinilai menjadi contoh baik dalam mengajarkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan kepada anak-anak.
Dengan adanya inovasi penggunaan daun pisang sebagai pengganti plastik sekali pakai, SDN 07 Sintang menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan pengurangan sampah plastik sekaligus menjadi pelopor sekolah ramah lingkungan di Kabupaten Sintang. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....