Sukacita Paskah Tak Sekadar Perayaan, Umat Diajak Lebih Peduli Sesama

  • 08 Apr 2026 09:48 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Perayaan Hari Raya Paskah tahun 2026 yang jatuh pada 5 April menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk bangkit dan memperbarui semangat hidup dalam kasih. Hal ini disampaikan Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam, RD. Antonius Isnadi Wibowo, Pr, dalam wawancara terkait makna Paskah tahun ini.

Menurut RD. Isnadi, perayaan Paskah tidak terlepas dari tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang telah dijalankan selama masa prapaskah. Ia menegaskan bahwa APP merupakan gerakan misioner Gereja untuk mewartakan cinta kasih kepada sesama.

“Dengan merayakan Paskah kebangkitan Tuhan, kita bangkit dari kelesuan kita. Kita siap menjadi misionaris cinta kasih, pewarta kasih Tuhan kepada semua yang membutuhkan bantuan pertolongan kita sebagai sesama umat manusia dan sesama ciptaan Tuhan,” ujarnya.

BACA JUGA: OMK Katedral Sintang Persembahkan Jalan Salib Teatrikal "Redup Mati dan Kembali"

Lebih lanjut, RD. Isnadi juga menyampaikan pesan khusus kepada umat agar merayakan Paskah dengan penuh sukacita, namun tetap memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang sedang mengalami penderitaan.

“Mari kita merayakan Paskah ini dengan sukacita tanpa mengabaikan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menderita, entah karena bencana alam, peperangan, maupun persoalan yang mereka hadapi. Kita bergembira dan tetap memperhatikan mereka,” pesannya.

Ia berharap, suasana Paskah tahun ini dapat dirasakan dalam semangat sukacita, kegembiraan, dan kedamaian oleh seluruh umat.

Sementara itu, Pastor Vikaris Paroki Maria Ratu Semesta Alam, RD. Patrisius Piki, Pr, turut menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh umat, khususnya di wilayah Sungai Durian, Keuskupan Sintang.

“Selamat merayakan Paskah bagi umat Sungai Durian dan semua umat yang merayakan Paskah pada tahun ini. Semoga semangat kebangkitan sungguh-sungguh menjiwai kehidupan kita,” ucapnya.

BACA JUGA: Paskah 2026 Menjadi Momentum Merajut Toleransi Antarumat Beragama di Sintang

Ia juga mengajak umat untuk menjadikan Paskah sebagai titik balik dalam kehidupan, dengan bangkit dari pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kita bangkit dari kehidupan kita yang masa lalunya mungkin kurang menyenangkan, kurang beruntung, dan kita akan membangun lagi hidup yang sungguh-sungguh bahagia, hidup yang sukses seperti yang kita harapkan,” tambahnya.

Perayaan Paskah tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan liturgis semata, tetapi juga menjadi gerakan nyata untuk menghadirkan kasih, harapan, dan kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....