Tradisi Kurban Unik Masjid Abu Bakar Sintang

  • 27 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, SINTANG - Pelaksanaan ibadah kurban pada tahun 2026 di Markaz Al-Islami Abu Bakar, Kabupaten Sintang, berjalan dengan khidmat dan sarat akan nilai edukasi. Berlokasi di Masjid Abu Bakar, kawasan Transito City, Sintang, perayaan Iduladha kali ini tidak hanya berfokus pada jumlah hewan yang disembelih, tetapi juga membawa pendekatan unik dalam hal penyaluran daging kepada masyarakat, Rabu, 27 Mei 2026.

Pimpinan Markaz Al-Islami Abu Bakar Sintang, Ustadz Abu Abdillah Jefri bin Marzuki, mengungkapkan bahwa total sapi kurban dari jemaahnya secara keseluruhan mencapai 49 ekor. Meski demikian, jumlah yang disembelih langsung di area markas berjumlah sekitar 33 hingga 34 ekor sapi.

"Kalau kambing itu dia berjalan terus biasanya sampai 70-an. Untuk saat ini masih baru sampai 42 ekor," sebut Ustadz Jefri merincikan jumlah hewan kurban.

Menurut Ustadz Jefri, sebagian hewan kurban sengaja disalurkan ke luar area markas agar para jemaah dapat menjadi pelopor pelaksanaan kurban di masjid-masjid maupun kantor-kantor lain. Ia menekankan bahwa tujuan Markaz Abu Bakar adalah untuk mendidik umat, bukan sekadar untuk berkampanye. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan kekuatan iman dan semangat berkurban, alih-alih sekadar membentuk tim untuk mencari atau meminta daging kurban.

Terdapat keunikan tersendiri dalam sistem penyaluran daging kurban di Masjid Abu Bakar. Selain membagikannya kepada warga terdekat dan keluarga jemaah, pihak masjid memiliki tradisi mengundang umat Islam untuk menyantap hidangan daging bersama usai pelaksanaan salat Jumat.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Ustadz Jefri, memberikan hidangan matang dinilai lebih praktis dan meringankan beban masyarakat.

"Itu lebih bagus daripada kita kasih mereka daging, yang mana daging tersebut mereka ngolahnya juga harus beli bumbu lagi," jelasnya. Selain itu, ia menambahkan bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memasak daging mentah menjadi hidangan yang lezat.

Sebagai penutup, Ustadz Jefri menitipkan pesan spiritual yang mendalam terkait keikhlasan dalam beribadah. Ia mengimbau agar ibadah kurban dijadikan sebagai sebuah rahasia (sirr) antara seorang hamba dengan Allah SWT.

Di lingkungan Markaz Abu Bakar, privasi dan identitas para pekurban (pengkurban) sangat dijaga.

"Tidak ada manusia yang melihat individunya siapa dan tidak ada orang yang tahu wajah Anda siapa," tegas Ustadz Jefri. Ia berharap keikhlasan yang terjaga ini dapat menjadi timbangan kebaikan di akhirat kelak bagi seluruh umat Islam yang melaksanakannya. (arf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....