OMK Katedral Sintang Persembahkan Jalan Salib Teatrikal "Redup Mati dan Kembali"
- 03 Apr 2026 20:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Umat Katolik di Kabupaten Sintang kembali diajak memasuki suasana refleksi mendalam dalam rangkaian Pekan Suci melalui pementasan Jalan Salib Teatrikal bertajuk “Redup Mati dan Kembali”. Kegiatan yang dipersembahkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral Kristus Raja Sintang ini digelar pada Jumat, 3 April 2026 di Balai Kenyalang, sebagai ruang untuk sejenak hening dan merenungkan kembali makna pengorbanan Yesus Kristus.
Sutradara pementasan, RD Hiasintus, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan ini dilakukan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Dalam pementasan tersebut, sekitar 40 hingga 50 orang terlibat, termasuk para pemeran dan penyanyi yang mendukung keseluruhan alur dramatik. Persiapan yang relatif singkat ini tidak mengurangi kualitas pesan yang ingin disampaikan kepada umat.
| Baca juga: Tips Memahami Kekurangan Suami |
Berbeda dari pementasan jalan salib pada umumnya, konsep yang diusung kali ini bersifat lebih kontemporer dan reflektif. RD Hiasintus menjelaskan bahwa jalan salib tidak hanya dipahami sebagai kisah masa lalu, tetapi juga sebagai cerminan kehidupan manusia masa kini. “Kadang-kadang kita yang menyalibkan Yesus lagi lewat perbuatan kita. Kita memaku Yesus di salib melalui tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan teladan-Nya,” ungkapnya.

Melalui adegan-adegan tablo yang ditampilkan, pementasan ini juga menyoroti realitas sosial yang terjadi saat ini, termasuk perilaku manusia modern yang kerap melupakan nilai-nilai kasih. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit orang yang memiliki pendidikan dan kedudukan justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Oleh karena itu, jalan salib ini diharapkan mampu menggugah kesadaran umat untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga menghidupi iman dalam tindakan nyata.
| Baca juga: Tips Menabung Harian yang Efektif |
Selain itu, isu-isu kemanusiaan seperti harkat dan martabat perempuan turut diangkat dalam pementasan ini. RD Hiasintus menekankan bahwa Yesus sejak dahulu telah menunjukkan keberpihakan kepada perempuan yang kerap dipandang sebagai kelas dua, termasuk mereka yang mengalami kekerasan dan penderitaan. Dengan pendekatan kontekstual ini, pementasan “Redup Mati dan Kembali” diharapkan menjadi sarana refleksi yang relevan, sekaligus mengajak umat untuk mengambil makna dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, salah seorang umat yang hadir, Yasinta, mengaku sedih dan terharu saat menyaksikan momen penyaliban Yesus. "Terharu dan sedih, apalagi tadi pas adegan penyaliban Yesus," ujarnya.
Ia menilai pementasan tersebut tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga mengingatkan dirinya akan pentingnya memperbaiki diri dan semakin menghidupi iman. Pementasan ini pun mengajak setiap umat untuk pulang dengan hati yang lebih peka, iman yang diperbarui, dan tekad untuk menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....