Cegah Rabies, Pemilik Hewan Diminta Vaksin Mandiri
- 11 Feb 2026 13:14 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengatakan akan terus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian rabies di Kabupaten Sintang. Namun demikian, keterbatasan ketersediaan vaksin rabies untuk hewan menjadi perhatian serius yang perlu diantisipasi bersama.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Provinsi Kalimantan Barat, Drh. Banter Wahyudi, mengatakan bahwa stok vaksin rabies di Kabupaten Sintang saat ini memang masih terbatas. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah pencegahan alternatif agar risiko penularan rabies tetap dapat ditekan.
“Tentu kami di provinsi akan selalu mensupport. Mungkin yang perlu diwaspadai untuk di Kabupaten Sintang, karena memang ketersediaan tadi vaksin rabies untuk hewan kan memang sedikit,” ujar Banter Wahyudi.
Ia menyarankan, sebagai langkah sementara, pemilik anjing dapat melakukan vaksinasi rabies secara mandiri terhadap hewan peliharaannya. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah munculnya kasus rabies baru, terutama pada anjing yang memiliki pemilik dan berada di lingkungan permukiman.
Selain vaksinasi mandiri, Banter juga mengingatkan agar anjing-anjing yang dipelihara tidak dilepasliarkan. Menurutnya, pembatasan pergerakan anjing sangat penting untuk mencegah kontak langsung dengan hewan lain yang berpotensi sudah terjangkit rabies, sehingga rantai penularan dapat dihindari.
Dengan merebaknya kasus rabies di Sintang, Drh. Banter juga menyampaikan bahwa stok vaksin yang ada di provinsi akan segera disalurkan ke Kabupaten Sintang untuk membantu menekan penyebaran kasus rabies tersebut.
"Kalau ada kasus gigitan segera dilaporkan, sehingga bisa dilakukan investigasi atau penanganan dan pencegahan oleh petugas yang ada di Kabupaten Sintang," pintanya. (dby)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....