Ramadan momentum Jaga Hati, Pandangan dan Pikiran

  • 27 Feb 2026 11:01 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Perintah menundukkan pandangan atau ghadhul bashar termaktub dalam Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 31–32. Ayat tersebut berisi tuntunan bagi laki-laki dan perempuan beriman agar menjaga pandangan serta memelihara kehormatan diri. Hal ini disampaikan Ustadzah Qory Fasdatul Jannah dalam program Komunikasi Ramadhan (KORMA) di Studio Pro 1 RRI Sintang pada Selasa, 24 Februari 2026 dengan mengangkat tema Kiat-kiat Melawan Cyberpornography.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Qory menjelaskan bahwa para ulama tafsir menegaskan perintah tersebut bukan semata-mata larangan, tetapi mengandung makna mendalam untuk menjaga kehormatan dan kesucian diri. Menundukkan pandangan bukan hanya soal etika sosial melainkan bentuk perlindungan diri dari hal-hal yang dapat merusak hati dan pikiran.

“Ulama Tafsir kita mengatakan bahwa perintah ini bukan semata-mata perintah larangan saja tetapi ada makna dibaliknya apa itu oo untuk menjaga kehormatan diri kita”. Katanya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan dengan firman Allah dalam Al-Isra yang memerintahkan agar tidak mendekati zina. Dalam ayat tersebut larangan bukan hanya pada perbuatan zina tetapi juga segala hal yang menjadi pintu masuknya. Ia menuturkan bahwa zina bukan hanya dalam bentuk perbuatan fisik saja tetapi juga bisa berupa zina pikiran, zina hati, zina mata, dan bentuk lainnya. Dalam konteks kekinian cyberpornography dapat dikategorikan sebagai zina mata karena melibatkan pandangan yang melanggar batasan syariat.

“Kemudian surah al-isra itu kak ada perintah untuk menjauhi zina gitu. Jadi zina itu bukan hanya perbuatan ya kak zina itu bisa zina pikiran, zina hati, zina perbuatan, zina mata. Nah mungkin cyberpornography ini bisa kita kategorikan sebagai zina mata. Surah al isra ini dia bukan hanya melarang melakukan zina itu tetapi juga melarang mendekatinya bahkan dari pintu masuknya saja sudah dilarang gitu dalam surah al isra ini”. Jelasnya.

Menurutnya, sebagai umat Muslim perlu membentengi diri agar terhindar dari pengaruh negatif tersebut. Salah satu kiat utama adalah menanamkan rasa mawas diri dan kesadaran bahwa setiap perbuatan senantiasa diawasi oleh Allah SWT. Dengan memperkuat kontrol diri, menjaga pandangan serta menjauhi pintu-pintu yang mengarah pada perbuatan dosa, diharapkan generasi Muslim mampu menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus digital saat ini.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....