Hikmah Ibadah Puasa Menurut Ulama

  • 26 Feb 2026 06:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Ustad Mursidin Habibullah menguraikan hikmah di balik ibadah puasa dalam program Mutiara Pagi, Kamis 26 Februari 2026, di Studio Pro 1 RRI Sintang. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan makna dan keutamaan puasa Ramadan dari perspektif ulama.

Ia menyampaikan bahwa Ramadan disebut sebagai Syahrus Shiyam karena amalan utama dan yang diwajibkan di dalamnya adalah berpuasa sebagai bagian dari rukun Islam. Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.

Ustad Mursidin Habibullah mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa tujuan berpuasa adalah agar menjadi pribadi yang bertakwa. Dalam hadis qudsi juga disebutkan bahwa puasa adalah ibadah yang langsung dinisbatkan kepada Allah SWT.

Menurut penjelasan dalam kitab Rawa’iul Bayan karya Muhammad Ali Ash-Shabuni, terdapat empat hikmah besar di balik ibadah puasa. Pandangan tersebut juga diperkuat oleh pendapat Muhammad Nasiruddin al-Albani mengenai keutamaan dan nilai spiritual puasa.

Ustad Mursidin Habibullah mengatakan, “Puasa melatih ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT dan membentuk pribadi yang bertakwa melalui ketaatan menahan lapar dan haus.” Ibadah ini menjadi wujud penghambaan yang nyata kepada Sang Pencipta.

Puasa juga mendidik jiwa agar sabar dan kuat dalam menghadapi ujian kehidupan. Rasa lapar dan haus menjadi sarana belajar mengendalikan hawa nafsu serta memperkuat tekad di jalan Allah.

Ia menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus semata. Ramadan seharusnya diisi dengan amalan sunnah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Melalui puasa, umat Islam dapat merasakan kondisi saudara-saudara yang kurang mampu. Dari pengalaman tersebut tumbuh empati dan dorongan untuk saling berbagi.

Ustad Mursidin Habibullah menjelaskan, “Puasa juga membersihkan jiwa dan menumbuhkan rasa muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia.” Kesadaran itu mendorong seseorang menjauhi maksiat dan menghadirkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang agung dan penuh keberkahan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan agar meraih derajat takwa yang sempurna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....