Nasi Dingin dan Nasi Hangat, Ini Perbedaannya bagi Tubuh

  • 09 Apr 2026 23:23 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Perbedaan cara penyajian, baik dalam kondisi hangat maupun setelah didinginkan, ternyata dapat memengaruhi karakteristik kandungan di dalamnya.

Nasi yang telah dimasak dan kemudian didinginkan dapat mengalami perubahan pada struktur patinya. Sebagian pati akan berubah menjadi resistant starch, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna oleh tubuh.

Karena lebih sulit dicerna, resistant starch tidak langsung diubah menjadi gula dalam darah. Hal ini membuat kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumsi nasi dingin cenderung lebih lambat dibandingkan nasi yang masih hangat.

Selain itu, resistant starch juga memiliki fungsi yang menyerupai serat. Senyawa ini dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus, sehingga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengubah fakta bahwa nasi tetap merupakan sumber karbohidrat. Baik nasi hangat maupun nasi dingin tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang.

Di sisi lain, cara penyimpanan juga perlu diperhatikan. Nasi yang telah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Dengan demikian, nasi dingin memang memiliki karakteristik yang berbeda dari nasi hangat, terutama dari sisi struktur pati. Namun, perbedaannya tidak bersifat mutlak, dan keduanya tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....