Udara Sintang Tidak Sehat akibat Asap Karhutla, Ini Langkahnya

  • 28 Agt 2026 09:27 WIB
  •  Sintang
Poin Utama
  • Pantau ISPU
  • Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
  • Gunakan Masker yang Sesuai
  • Lindungi Udara di Dalam Rumah

RRI.CO.ID, Sintang — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Ketika udara di Sintang masuk kategori tidak sehat, masyarakat perlu mengurangi paparan asap. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

Berdasarkan ketentuan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kategori tidak sehat berada pada rentang 101 hingga 200. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Partikel halus PM2,5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai dari asap karhutla. Partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Pertama, pantau kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas. Masyarakat dapat memeriksa informasi ISPU dari kanal resmi pemerintah dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara.

Kedua, kurangi aktivitas di luar ruangan. Olahraga atau aktivitas fisik berat sebaiknya ditunda ketika kualitas udara memburuk karena tubuh menghirup udara lebih banyak.

Ketiga, gunakan perlindungan pernapasan ketika harus keluar rumah. Kementerian Kesehatan menganjurkan penggunaan masker atau respirator yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel dari asap.

Keempat, jaga kondisi lingkungan dalam rumah. Tutup pintu dan jendela ketika asap pekat serta gunakan penyaring udara jika tersedia.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mencukupi kebutuhan cairan. Warga yang mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya perlu segera mendapatkan pemeriksaan.

Kelompok rentan membutuhkan perhatian lebih selama kualitas udara menurun. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru perlu mengurangi paparan asap.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan karhutla dan kualitas udara di wilayah masing-masing. Informasi tersebut penting untuk menentukan apakah aktivitas di luar rumah masih aman dilakukan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, masyarakat di wilayah terdampak karhutla dianjurkan membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker, memantau kualitas udara, dan segera menuju fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....