Tips Aman Berolahraga saat Musim Kabut Asap

  • 11 Agt 2026 15:43 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Musim kemarau tidak hanya membuat udara terasa panas, tetapi di sejumlah wilayah juga dapat disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih bijak menentukan waktu dan tempat berolahraga. Pasalnya, saat berolahraga tubuh bernapas lebih cepat dan lebih dalam sehingga paparan polutan di udara dapat meningkat. BMKG juga menjelaskan bahwa partikel halus PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Berikut beberapa tips agar tetap bisa berolahraga dengan lebih aman:

  1. Cek Kualitas Udara Sebelum Olahraga
    Jangan hanya melihat apakah langit terlihat cerah atau berkabut. Periksa terlebih dahulu kondisi kualitas udara atau konsentrasi PM2.5 melalui informasi resmi BMKG. BMKG menyediakan pemantauan kualitas udara, termasuk data PM2.5 secara near real-time dan prakiraan kondisi udara.
  2. Pilih Olahraga di Dalam Ruangan
    Jika kualitas udara sedang buruk, pindahkan aktivitas seperti jogging atau bersepeda ke dalam ruangan. Jalan di tempat, stretching, yoga, atau latihan ringan di rumah bisa menjadi alternatif. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat ketika kondisi kabut asap meningkat.
  3. Kurangi Intensitas Olahraga di Luar Ruangan
    Jika kualitas udara masih memungkinkan untuk beraktivitas di luar, pilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dan hindari latihan yang membuat napas menjadi sangat cepat. Semakin berat aktivitas fisik, semakin banyak udara yang masuk ke paru-paru.
  4. Gunakan Masker yang Tepat Saat Harus Keluar
    Ketika harus beraktivitas di luar dalam kondisi udara kurang baik, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus. BMKG menyebut masker berfilter tinggi seperti N95 atau KF94 dapat membantu menyaring PM2.5.
  5. Jangan Paksakan Diri Jika Tubuh Mulai Bereaksi
    Segera hentikan olahraga apabila muncul batuk, tenggorokan terasa perih, mata terasa mengiritasi, sesak napas, pusing, atau tubuh terasa tidak nyaman. Kementerian Kesehatan menyebut kabut asap dapat menyebabkan iritasi mata serta gangguan dan peradangan saluran pernapasan.

Bagi masyarakat Sintang, informasi kualitas udara juga dapat dipantau melalui layanan BMKG Kalimantan Barat yang menyediakan data PM2.5 untuk wilayah Sintang.

Olahraga tetap penting, tetapi jangan sampai mengejar sehat justru membuat kita menghirup lebih banyak polutan. Saat kabut asap sedang pekat, istirahat atau olahraga ringan di dalam ruangan bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Sumber:

https://www.bmkg.go.id/artikel/apa-itu-kualitas-udara?utm_source

https://www.kemkes.go.id/id/dampak-kabut-asap-bisa-dikurangi?utm_source

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....