5 Alasan Gejala Sifilis Sering Diabaikan, Nomor 1 Banyak yang Tidak Sadar

  • 20 Jul 2026 16:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang masih menjadi perhatian tenaga kesehatan. Penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini. Namun, tidak sedikit penderita yang baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah penyakit berkembang ke tahap yang lebih lanjut. Lantas, mengapa gejala sifilis sering diabaikan?

Mengutip dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Sintang bertema "Penyakit Menular Seksual Sifilis pada Remaja" yang disiarkan melalui kanal YouTube RRI Sintang pada Jumat, 17 Juli 2026, Dokter Umum UPTD Puskesmas Tanjung Puri, dr. Novia Rachmawati, menjelaskan bahwa sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Pada tahap awal, gejala penyakit ini sering kali tidak disadari sehingga banyak penderita terlambat mendapatkan pengobatan.

1. Luka awal biasanya tidak terasa sakit

Salah satu tanda awal sifilis adalah munculnya luka kecil pada area kelamin, anus, atau mulut. Berbeda dengan luka pada umumnya, luka akibat sifilis sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri. Kondisi inilah yang membuat banyak orang menganggapnya sebagai luka biasa dan memilih untuk tidak memeriksakan diri.

2. Luka bisa hilang sendiri, tetapi penyakitnya belum sembuh

Banyak orang mengira dirinya telah pulih ketika luka mulai mengering atau menghilang. Padahal, bakteri penyebab sifilis masih berada di dalam tubuh dan dapat berkembang ke tahap berikutnya. Jika tidak ditangani, infeksi berisiko menyerang organ penting seperti jantung, otak, dan sistem saraf.

3. Rasa malu membuat pemeriksaan sering ditunda

Masih banyak masyarakat yang merasa malu atau takut ketika mengalami gangguan pada organ reproduksi. Akibatnya, mereka memilih mencari informasi sendiri atau bahkan membiarkan gejala tersebut. Padahal, pemeriksaan di fasilitas kesehatan dilakukan secara profesional dan kerahasiaan identitas pasien tetap dijaga.

4. Mengobati diri sendiri bukan solusi yang tepat

Sebagian orang memilih membeli antibiotik tanpa resep dokter karena berharap gejala segera hilang. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat membuat pengobatan tidak optimal. Penanganan sifilis memerlukan pemeriksaan terlebih dahulu agar dokter dapat menentukan jenis terapi yang tepat.

5. Kurangnya pengetahuan tentang sifilis

Tidak sedikit remaja maupun orang dewasa yang belum memahami bagaimana sifilis menular, apa saja gejala awalnya, serta kapan harus memeriksakan diri. Karena minimnya informasi, gejala ringan sering dianggap bukan masalah serius hingga akhirnya penyakit baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.

Dalam dialog tersebut, Pengelola Program Infeksi Menular Seksual UPTD Puskesmas Tanjung Puri, Sumarni, SST., M.Keb, mengingatkan bahwa pasien sifilis sebaiknya menjalani pengobatan bersama pasangannya untuk memutus rantai penularan. Ia juga mengimbau masyarakat tidak membeli antibiotik secara sembarangan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mencurigakan.

Mengenali gejala sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Semakin cepat sifilis terdeteksi dan ditangani oleh tenaga kesehatan, semakin besar peluang untuk sembuh sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....