Gejala ADHD Tersembunyi yang Jarang Disadari Banyak Orang
- 30 Mei 2026 20:43 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID , Sintang - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering kali disalahpahami hanya sebagai kondisi anak yang tidak bisa diam atau selalu aktif bergerak. Padahal, gangguan perkembangan saraf biologis ini memiliki spektrum gejala yang jauh lebih luas dan kerap menetap hingga usia dewasa. Merujuk pada ulasan medis dari EMC Healthcare, banyak manifestasi ADHD yang bersifat samar sehingga sering kali diabaikan atau dianggap sebagai bagian dari kepribadian seseorang.
Salah satu tanda tersembunyi yang paling sering luput dari perhatian adalah kesulitan dalam fungsi eksekutif otak, seperti mengatur waktu dan skala prioritas. Seseorang dengan ADHD kerap dinilai malas atau tidak disiplin karena sering menunda pekerjaan, terlambat, atau kesulitan menyelesaikan tugas terstruktur. Berdasarkan informasi dari situs emc.id, kondisi ini sebenarnya terjadi karena hambatan otak dalam mengorganisasi fokus, bukan karena kurangnya motivasi atau kecerdasan.
Selain masalah organisasi, gejala inatensi atau kelalaian halus juga sering kali diabaikan dalam interaksi sosial sehari-hari. Penderita ADHD sering terlihat seperti tidak mendengarkan saat diajak bicara, mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil di sekitarnya, atau sering kehilangan barang-barang pribadi. Pola perilaku ini kerap memicu salah paham dalam hubungan personal maupun profesional karena dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian.
Tidak hanya berdampak pada fokus, ADHD juga sangat memengaruhi regulasi emosional dan stabilitas mental seseorang. Banyak individu yang mengalami kesulitan dalam mengontrol impuls, mudah merasa frustrasi, serta mengalami perubahan suasana hati (mood swing) yang drastis. Penjelasan ilmiah dari EMC Healthcare mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan zat kimia otak (neurotransmitter) memegang peran utama di balik respons emosional yang intens dan meledak-ledak ini.
Artikel ini bertujuan untuk edukasi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas dan merasa terganggu dalam aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater di fasilitas kesehatan terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....