Edukasi Kesehatan Reproduksi Penting Hadapi Tantangan Era Digital
- 10 Jul 2026 12:11 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID,Sintang – Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam memperoleh informasi. Namun, di sisi lain, era digital juga memberikan tantangan tersendiri, terutama terhadap perilaku seksual remaja. Karena itu, edukasi kesehatan reproduksi yang tepat menjadi sangat penting untuk membekali remaja dalam mengambil keputusan yang bijak.
Hal tersebut disampaikan oleh Rachmad Fadillah, S.K.M., Penanggung Jawab Promosi Kesehatan SD dan Penanggung Jawab Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) Puskesmas Sungai Durian, Kabupaten Sintang, saat menjadi narasumber dalam dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Sintang, Jumat (10/7/2026) pukul 10.00 WIB.
Rachmad menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan mereka. Selain itu, remaja juga perlu mampu menyeleksi pergaulan dengan memilih teman yang memberikan pengaruh positif serta saling mengingatkan untuk menjauhi perilaku yang berisiko.
| Baca juga: Hubungan Pola Makan dengan Kesehatan Tubuh |
"Orang tua juga memiliki peran yang sangat besar. Mereka perlu membatasi waktu anak berada di luar rumah, memberikan pengawasan yang baik, serta membekali anak dengan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan," ujarnya.
Menurut Rachmad, saat ini sebagian besar remaja dari Generasi Z terbiasa mencari informasi melalui internet, seperti Google maupun teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, tidak semua informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Remaja perlu memiliki kemampuan menyaring informasi yang diperoleh dari internet. Untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, sebaiknya datang langsung ke puskesmas atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan," jelasnya.
| Baca juga: Ragam Manfaat Kopi tanpa Gula Bagi Kesehatan |
Di akhir dialog, Rachmad mengajak seluruh remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan bahwa mencari informasi mengenai pendidikan kesehatan reproduksi diperbolehkan, namun harus melalui sumber yang terpercaya dan didampingi oleh pihak yang kompeten.
Ia juga mengingatkan agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh ajakan teman sebaya yang mengarah pada perilaku negatif. Sebaliknya, remaja diharapkan memperkuat nilai-nilai keagamaan, aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat, serta mengembangkan prestasi sesuai minat dan bakat.
Selain itu, Rachmad mendorong adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang dapat melindungi remaja, termasuk pengawasan terhadap tempat penginapan agar tidak disalahgunakan oleh pasangan yang belum menikah. Ia juga mengajak orang tua untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sejak dini sesuai usia mereka.
"Apabila remaja mengalami permasalahan atau telah menunjukkan tanda-tanda perilaku berisiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk datang ke puskesmas. Kami siap memberikan edukasi, konseling, dan pelayanan kesehatan secara profesional," tutup Rachmad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....