Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Masyarakat

  • 15 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim kemarau. Peristiwa ini dapat dipicu oleh faktor alam, seperti cuaca yang sangat kering, maupun oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar atau kelalaian saat menggunakan api di kawasan hutan. Dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, perekonomian, dan kehidupan sosial masyarakat.

Kebakaran hutan merupakan fenomena yang dapat terjadi secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Dampaknya sangat luas, mulai dari menurunnya kualitas udara, rusaknya ekosistem, hingga meningkatnya emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim. Kerusakan tersebut tidak hanya dirasakan pada saat kebakaran berlangsung, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Seperti dikutip dari gurugeografi.com, kebakaran hutan bukan sekadar bencana alam biasa karena dampaknya merambat ke berbagai aspek kehidupan. Asap tebal yang dihasilkan mencemari udara, menghalangi sinar matahari, serta mengancam keanekaragaman hayati akibat hilangnya habitat berbagai jenis flora dan fauna. Selain itu, rusaknya tutupan hutan menyebabkan terganggunya siklus air yang dapat memicu kekeringan, erosi tanah, bahkan meningkatkan risiko banjir di kemudian hari.

Dampak yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap. Asap kebakaran mengandung partikel halus dan zat berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga memperburuk penyakit asma dan gangguan paru-paru. Kelompok yang paling rentan terhadap dampak ini adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Menurut greenclean.id, asap dan gas beracun dari kebakaran hutan dapat merusak sistem pernapasan manusia. Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit seperti asma, bronkitis, dan gangguan paru lainnya. Selain dampak fisik, paparan asap dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat dengan memicu stres, kecemasan, bahkan depresi, terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal atau mata pencaharian.

Di bidang ekonomi, kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Lahan pertanian, perkebunan, dan hutan produksi yang terbakar mengakibatkan hasil panen menurun dan menimbulkan kerugian bagi petani maupun pelaku usaha. Kabut asap juga mengganggu aktivitas perdagangan, transportasi, dan pariwisata karena jarak pandang yang terbatas sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah ikut terhambat.

Kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan juga sangat serius. Banyak satwa liar kehilangan habitat, sumber makanan, bahkan mati akibat terjebak api. Di sisi lain, vegetasi yang terbakar menyebabkan berkurangnya kemampuan hutan menyerap karbon, sehingga emisi gas rumah kaca meningkat dan memperburuk pemanasan global serta perubahan iklim.

Dari sisi sosial, kebakaran hutan dan lahan mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Sekolah sering diliburkan karena kualitas udara yang membahayakan kesehatan, sementara masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran terkadang harus mengungsi demi keselamatan. Dalam beberapa kasus, kebakaran hutan juga memicu konflik sosial akibat hilangnya mata pencaharian dan terbatasnya sumber daya yang tersedia.

Oleh karena itu, pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan. Masyarakat juga diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Dengan kerja sama semua pihak, risiko kebakaran hutan dapat dikurangi sehingga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan dapat terus terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....