Mengapa Halusinasi Bisa Terjadi

  • 17 Jun 2026 08:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), halusinasi merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang tidak mampu membedakan antara kenyataan dan persepsi yang tidak nyata. Penderita halusinasi dapat melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau meraba sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kepanikan, perilaku yang dikendalikan oleh halusinasi, hingga tindakan berisiko seperti menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Halusinasi dapat terjadi karena berbagai faktor, baik faktor predisposisi maupun presipitasi. Beberapa faktor penyebab halusinasi antara lain:

  1. Faktor biologis, seperti gangguan pada fungsi otak dan sistem saraf.

  2. Faktor pola asuh orang tua yang kurang mendukung perkembangan psikologis.

  3. Faktor lingkungan yang penuh tekanan atau kurang aman.

  4. Faktor sosial budaya yang memengaruhi cara berpikir dan berperilaku.

  5. Faktor ekonomi, seperti kesulitan finansial yang berkepanjangan.

  6. Faktor stres atau trauma, baik akibat masalah pribadi, keluarga, pekerjaan, maupun peristiwa traumatis.

Selain itu, menurut Alodokter, halusinasi adalah kondisi ketika seseorang mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Berdasarkan jenisnya, halusinasi dibagi menjadi:

  1. Halusinasi pendengaran (auditori), yaitu mendengar suara yang tidak didengar orang lain.

  2. Halusinasi penglihatan (visual), yaitu melihat objek atau sosok yang tidak nyata.
  3. Halusinasi penciuman (olfaktorik), yaitu mencium bau tanpa sumber yang nyata.
  4. Halusinasi pengecapan (gustatorik), yaitu merasakan rasa aneh pada makanan atau minuman.
  5. Halusinasi sentuhan (taktil), yaitu merasakan sentuhan atau sensasi pada tubuh tanpa rangsangan fisik.

Selain halusinasi yang bersifat menetap, terdapat juga halusinasi sementara yang dapat muncul pada kondisi tertentu, seperti saat seseorang mengalami duka mendalam. Hal ini biasanya akan berkurang seiring waktu.

Individu yang mengalami halusinasi dan tidak mampu mengendalikannya berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kemampuan mengontrol halusinasi dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kesadaran akan kondisi diri, keinginan untuk sembuh, dan keterbukaan terhadap terapi. Sementara faktor eksternal meliputi dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif, serta pelayanan kesehatan yang memadai.

Selain halusinasi, penderita juga dapat mengalami delusi, yaitu keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kondisi ini dapat memperburuk keadaan karena membuat penderita semakin sulit membedakan realitas dan imajinasi.

Oleh karena itu, halusinasi perlu ditangani sejak dini melalui bantuan tenaga medis, dukungan keluarga, dan lingkungan yang positif. Penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....