Perbedaan Bakteri Baik dan Bakteri Jahat
- 23 Jul 2026 09:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID,Sintang - Tahukah kamu perbedaan tentang bakteri baik dan bakteri jahat ????
Apa itu bakteri baik?
Bakteri baik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi inangnya (manusia). Dikenal juga sebagai probiotik, bakteri ini sebagian besar hidup secara alami di dalam saluran pencernaan. Mereka menjaga keseimbangan mikrobioma, melawan bakteri jahat, membantu mencerna makanan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
apa saja jenis bakteri baik?
berikut beberapa jenis bakteri baik yang populer:
Lactobacillus: Jenis yang paling umum ditemukan di usus kecil dan area vagina. Bakteri ini membantu memecah laktosa (gula susu) dan mencegah infeksi.
Bifidobacterium: Umum ditemukan di usus besar. Bakteri ini membantu meredakan gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan mencegah pertumbuhan bakteri pathogen.
apa saja makanan/minuman yang mengandung bakteri baik?
Makanan dan minuman yang mengandung bakteri baik (probiotik) umumnya berasal dari proses fermentasi, seperti yoghurt, kefir, tempe, tapai singkong, serta sayuran fermentasi seperti kimchi dan acar. Asupan ini penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
lalu, apa itu bakteri jahat?
Bakteri jahat, atau patogen, adalah mikroorganisme yang masuk ke tubuh atau berkembang biak secara berlebih dan dapat menyebabkan infeksi dan penyakit. Contoh umumnya meliputi E. coli (diare), Salmonella (tipes), dan Mycobacterium tuberculosis (TBC). Bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan terkontaminasi atau kontak langsung.
Jenis bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit:
Escherichia coli (E. coli)
Escherichia coli (E. coli) adalah jenis bakteri yang biasa ditemukan dalam saluran pencernaan. Sebagian besar jenis bakteri E. coli tidak berbahaya atau hanya menyebabkan diare ringan. Namun, ada pula bakteri E. coli yang bisa menyebabkan infeksi usus serius. Pada kelompok yang berisiko, seperti anak-anak, wanita hamil, dan lansia, infeksi E. coli bisa menyebabkan gagal ginjal yang mengancam nyawa (hemolytic-uremic syndrome).
Campylobacter jejuni
Selain akibat infeksi E. coli, gejala diare juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Campylobacter jejuni. Infeksi Campylobacter bisa terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, air yang terkontaminasi, atau produk susu yang tidak dipasteurisasi. Tidak hanya diare, seseorang yang terinfeksi bakteri jahat ini juga dapat mengalami gejala lain, seperti mual, muntah, kram perut, sakit kepala, dan demam.
Staphylococcus aureus
Bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) umumnya hidup pada permukaan kulit dan hidung. Bakteri ini biasanya tidak berbahaya dan memicu penyakit serius.
Namun, terkadang, S. aureus bisa menyebabkan infeksi kulit, seperti bisul, abses, dan pustula. Infeksi S. aureus juga mungkin masuk ke dalam darah atau jaringan tubuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan toxic shock syndrome yang mengancam nyawa.
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pyogenes atau juga disebut Streptococcus grup A adalah jenis bakteri jahat yang dapat menginfeksi dan menyebabkan strep throat.
Peradangan tenggorokan akibat bakteri ini membuat tenggorokan terasa terganjal, gatal, dan kering. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5–15 tahun.
Clostridium difficile
Clostridium difficile (C. difficile) merupakan bakteri yang dapat menyebabkan diare hingga peradangan pada usus besar. Infeksi C. difficile umumnya terjadi setelah penggunaan antibiotik. Infeksi bakteri ini umumnya menyerang orang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang.
Listeria monocytogenes
menyebar ke manusia lewat konsumsi makanan, seperti produk susu yang terkontaminasi dan daging yang kurang matang. Infeksi bakteri jahat yang juga disebut listeriosis ini berisiko bagi ibu hamil dan janin. Hal ini bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan bahkan bayi lahir mati. Risiko terjadinya listeriosis juga lebih besar pada seseorang dengan sistem imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS.
Bacillus anthracis
Bacillus anthracis adalah jenis bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit antraks (anthrax). Infeksi bakteri ini bisa memengaruhi kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan. Seseorang bisa mengalami antraks bila bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi. Perlu diingat, bakteri ini tidak menular antarmanusia.
beda bakteri baik dan jahat:
Bakteri baik (probiotik) membantu pencernaan, menyerap nutrisi, dan melawan infeksi. Sebaliknya, bakteri jahat (patogen) adalah mikroorganisme merugikan yang menghasilkan racun dan menyebabkan berbagai penyakit. Kesehatan tubuh sangat bergantung pada keseimbangan antara kedua jenis bakteri ini di dalam sistem pencernaan.
sumber:
https://www.halodoc.com/artikel/ini-bakteri-baik-yang-menguntungkan-kehidupan-manusia
https://www.alodokter.com/10-jenis-bakteri-baik-bagi-tubuh-beserta-sumbernya
https://fithub.id/blog/makanan-yang-mengandung-probiotik
https://www.alodokter.com/9-makanan-probiotik-dan-manfaatnya-untuk-tubuh
https://hellosehat.com/infeksi/infeksi-bakteri/asal-bakteri-jahat/
https://pendulumlife.com/blogs/news/what-is-the-difference-between-good-gut-bacteria-and-bad-gut-bacteria
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....