Merokok di dalam Rumah, Ini dampak bagi Kesehatan Keluarga

  • 17 Mar 2026 16:43 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Asap yang mengandung sisa nikotin dan berbagai bahan kimia berbahaya lainnya juga bisa tertinggal di permukaan benda. Ini disebut dengan thirdhand smoke. Jika Anda merokok di dalam rumah, asap rokok tidak hanya akan terhirup oleh anggota keluarga atau orang lain yang tidak merokok, tetapi juga menempel di seluruh permukaan benda di rumah

Mayo Clinic menyebutkan bahwa zat beracun tersebut akan membahayakan mereka yang bukan perokok, terutama anak-anak, saat mereka menghirup, menelan, atau menyentuh permukaan benda terkontaminasi. Anak kecil dan bayi mungkin lebih berisiko karena mereka cenderung menyentuh permukaan apa pun tanpa mengetahui bahayanya.

Bahaya merokok di dalam rumah bukan hanya merugikan perokok, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Selain membuat udara kotor, merokok di dalam rumah juga bisa membuat zat beracun rokok menempel di perabotan, pakaian, dan dinding, sehingga keluarga tetap terpapar meski rokok sudah lama padam.

Berikut bahaya Merokok di dalam rumah yang harus diwaspadai oleh setiap anggota keluarga di antaranya:

1. Masalah pernapasan pada anak dan bayi

Anak-anak yang terpapar asap rokok di rumah lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, asma, infeksi telinga, dan bahkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Paparan ini juga dapat menyebabkan gangguan fungsi paru-paru jangka panjang.

2. Kerusakan organ pada anak dan bayi

Anak-anak dan bayi sangat rentan mengalami gangguan kesehatan akibat asap rokok di dalam rumah. Berikut bahaya paparan asap rokok bagi mereka:

  • Meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

  • Memicu infeksi saluran napas atas (ISPA), seperti batuk dan pilek yang sulit sembuh

  • Menghambat tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kecerdasan

3. Memperburuk kondisi penyakit kronis

Paparan asap rokok di rumah juga bisa memperparah penyakit kronis, seperti asma atau alergi pada anggota keluarga. Selain itu, orang tua yang menderita penyakit jantung atau paru-paru akan lebih rentan terhadap komplikasi akibat paparan asap rokok, seperti serangan jantung atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

4. Paparan thirdhand smoke

Selain menyebabkan bau tidak sedap dan polusi udara, merokok di dalam rumah membuat zat beracun dari rokok menempel di perabotan, pakaian, hingga permukaan dinding. Akibatnya, seluruh penghuni rumah tetap bisa terpapar racun, meski rokok sudah lama dipadamkan.

Paparan ini dikenal sebagai thirdhand smoke dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan alergi pada orang yang tidak merokok, terutama anak-anak.

5. Meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada perokok pasif

Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan perokok berisiko menjadi perokok pasif, baik karena menghirup asap rokok langsung maupun sisa paparan di udara. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit, seperti:

6. Risiko gangguan perkembangan pada anak

Bahaya merokok di dalam rumah akibat asap rokok dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi telinga dan gejala pernapasan lainnya.

Sumber:

https://www.alodokter.com/bahaya-merokok-di-dalam-rumah-bagi-kesehatan-keluarga

https://hellosehat.com/hidup-sehat/berhenti-merokok/tidak-merokok-di-dalam-rumah/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....