Penyebab dan Jenis Anxiety
- 26 Jan 2026 09:46 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Rasa cemas atau anxiety adalah hal yang normal dirasakan ketika seseorang menghadapi situasi atau mendengar berita yang menimbulkan rasa takut atau khawatir. Namun, anxiety perlu diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan, karena bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan kecemasan.
Beberapa gangguan kesehatan mental lain memiliki gejala yang mirip dengan gangguan kecemasan, seperti PTSD (gangguan stres pasca trauma), gangguan stres akut, dan OCD (gangguan obsesif kompulsif). Namun, menurut klasifikasi American Psychiatric Association, kondisi-kondisi tersebut termasuk diagnosis tersendiri dan tidak masuk dalam kategori gangguan kecemasan. Pada gangguan kecemasan menyeluruh (generalized anxiety disorder), rasa cemas dapat muncul terhadap berbagai situasi sehari-hari. Gejala awal anxiety disorder yang dirasakan penderitanya adalah perasaan gugup hingga jantung berdegup kencang. Kemudian, tubuh dan pikiran sulit untuk mengendalikan emosi saat menghadapi suatu objek. Ketakutan dan kekhawatiran itu bisa membuat penderitanya memiliki serangan panik (panic attack). Gejala ini biasanya berlangsung dalam waktu lama, setidaknya selama beberapa bulan, dan sering kali membuat penderitanya menghindari situasi yang memicu kecemasan.
Penyebab Anxiety Disorder
1. Genetik yang diturunkan dari keluarga
2. Hormon yang terlepas dalam otak, sehingga meningkatkan denyut nadi dan pernapasan
3. Lingkungan yang memicu stres dan membuat ketakutan, seperti lokasi dimana terjadi pelecehan, kekerasan, kematian
4. Penyalahgunaan obat-obatan
5. Mengkonsumsi kafein yang berdampak pada kerja jantung
6. Kondisi medis yang tidak stabil, seperti pada organ jantung, paru-paru, tiroid
Jenis Jenis Anxiety
- Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder)
Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum bisa merasa khawatir atau cemas berlebihan secara terus-menerus terhadap berbagai hal, mulai dari pekerjaan, kesehatan, hingga hal-hal yang sederhana dan wajar terjadi sehari-hari, seperti berinteraksi dengan orang lain.
Anxiety yang muncul akibat gangguan kecemasan umum bisa dirasakan setiap hari dan menetap hingga lebih dari 6 bulan. Akibatnya, penderita gangguan kecemasan ini akan menjadi sulit menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.
- Fobia
Fobia merupakan jenis gangguan anxiety yang membuat penderitanya memiliki rasa takut yang berlebihan dan cenderung tidak rasional terhadap suatu benda, binatang, atau situasi tertentu.
Orang yang memiliki fobia bisa mengalami serangan panik atau rasa takut yang hebat ketika melihat sesuatu atau berada di tempat yang menjadi pemicu fobia, misalnya laba-laba, darah, berada di tengah keramaian, tempat yang gelap, tempat tinggi, atau ruangan tertutup.
- Gangguan kecemasan sosial
Penderita gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial memiliki kecemasan atau ketakutan yang luar biasa terhadap lingkungan sosial atau situasi ketika harus berinteraksi dengan orang lain.
Penderita fobia ini selalu merasa diawasi dan dinilai oleh orang lain, serta takut atau merasa malu secara berlebihan saat berada di keramaian.
- PTSD (post-traumatic stres disorder)
Gangguan stres pasca trauma atau PTSD dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau berada di situasi berbahaya yang mengancam nyawa. Contohnya, tinggal di daerah konflik atau perang, terkena bencana alam, atau korban kekerasan.
Orang yang menderita PTSD sering kali susah untuk melupakan pengalaman traumatisnya, baik terlintas dalam benak atau saat bermimpi, yang kemudian membuatnya merasa bersalah, terisolasi, dan sulit bersosialisasi dengan orang lain.
- Gangguan panik
Penderita gangguan panik yang bisa merasa takut atau panik tanpa alasan yang jelas. Anxiety dan serangan panik akibat gangguan ini dapat muncul kapan saja dan terjadi secara tiba-tiba atau berulang.
Ketika gejala panik muncul, penderita gangguan panik biasanya dapat merasakan sejumlah gejala lain, seperti jantung berdebar-debar, keringat dingin, pusing, sesak napas, serta tubuh gemetar dan terasa lemas.
- Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
Orang yang menderita gangguan OCD memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meringankan rasa cemas yang berasal dari pikirannya sendiri, contohnya, mencuci tangan harus sebanyak 3 kali karena berpikir tangannya masih kotor.
Sumber : Sumber : https://www.alodokter.com/mengenal-anxiety-yang-mengganggu-dan-berbagai-jenisnya, https://www.mitrakeluarga.com/artikel/apa-itu-anxiety-disorder
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....