Kenapa Kepala Bisa Botak? ini Pnjelasannya!

  • 12 Jun 2026 09:43 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kepala botak atau kebotakan merupakan kondisi yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Kondisi ini umumnya ditandai dengan berkurangnya jumlah rambut secara bertahap hingga menyebabkan area tertentu di kulit kepala terlihat lebih jelas atau bahkan kehilangan rambut sepenuhnya.

Penyebab paling umum dari kebotakan adalah faktor genetik dan perubahan hormon yang dikenal sebagai alopecia androgenetika. Kondisi ini sering kali diturunkan dalam keluarga dan dipengaruhi oleh hormon androgen. Pada pria, tanda awal biasanya berupa garis rambut yang semakin mundur membentuk huruf "M" atau munculnya kebotakan di bagian puncak kepala.

Selain faktor keturunan, kebotakan juga dapat dipicu oleh penyakit autoimun yang disebut alopecia areata. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok pada area tertentu dan membentuk pitak berbentuk bulat. Kebotakan jenis ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan medis yang tepat.

Faktor lain yang turut berperan adalah stres fisik maupun emosional. Kondisi seperti demam tinggi akibat penyakit tertentu, kelelahan berat, hingga tekanan psikologis dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Tidak hanya itu, infeksi jamur pada kulit kepala atau tinea capitis juga dapat menyebabkan peradangan yang merusak folikel rambut sehingga meningkatkan risiko kerontokan.

Para ahli kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi untuk kesehatan rambut. Kekurangan protein, zat besi, zinc, dan vitamin D dapat melemahkan akar rambut dan memicu kerontokan. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti kemoterapi, pengencer darah, maupun terapi radiasi juga dapat menimbulkan efek samping berupa rambut rontok. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami kerontokan rambut berlebihan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Sumber :

https://www.alodokter.com/botak

https://www.halodoc.com/kesehatan/botak

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....