Apa Itu Jerebu? Kenali Penyebab dan Dampaknya bagi Kesehatan

  • 10 Agt 2026 09:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Jerebu merupakan kondisi ketika udara dipenuhi partikel kecil seperti asap, debu, dan polutan sehingga jarak pandang menjadi berkurang dan udara terlihat seperti berkabut. Istilah jerebu banyak digunakan di kawasan Asia Tenggara, terutama ketika terjadi peningkatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama saat musim kemarau ketika cuaca cenderung panas dan kering.

  1. Dari Mana Jerebu Berasal?
    Jerebu dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembakaran terbuka, asap kendaraan, serta aktivitas industri. Saat kebakaran hutan dan lahan terjadi dalam skala besar, asap dapat terbawa angin hingga ke wilayah yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.
  2. Apa yang Membuat Jerebu Berbahaya?
    Salah satu komponen yang perlu diwaspadai dalam jerebu adalah partikel halus PM2.5. Ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan udara dengan konsentrasi partikel tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan.
  3. Apa Dampaknya bagi Kehidupan Sehari-hari?
    Jerebu tidak hanya membuat udara berbau asap. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mata terasa perih, tenggorokan kering, batuk, sesak, serta mengurangi jarak pandang. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas masyarakat di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi.
  4. Bagaimana Cara Melindungi Diri?
    Ketika jerebu terjadi, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara sedang buruk. Gunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar, tutup pintu dan jendela jika udara luar dipenuhi asap, serta perbanyak minum air putih. Kelompok rentan sebaiknya mendapat perhatian lebih dan menghindari paparan asap selama mungkin.
  5. Jangan Anggap Jerebu sebagai Kabut Biasa
    Jerebu berbeda dengan kabut yang terbentuk secara alami akibat kondisi udara lembap. Jerebu berkaitan dengan keberadaan partikel dan polutan di udara sehingga dapat berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Karena itu, ketika Sintang dan wilayah Kalimantan mengalami kemarau panjang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Pada akhirnya, jerebu bukan hanya persoalan jarak pandang atau udara yang terlihat berkabut. Kondisi ini merupakan pengingat bahwa kualitas udara sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan kondisi lingkungan. Menjaga hutan, mencegah kebakaran lahan, dan menghindari pembakaran terbuka menjadi tanggung jawab bersama.

Sumber:

https://www.doe.gov.my/wp-content/uploads/2021/09/Jerebu-Fenomena-Pencemaan-Udara.pdf

https://ms.wikipedia.org/wiki/Jerebu

https://nasional.kompas.com/read/2015/10/06/22351151/Jerebu.yang.Mengganggu.Kehidupan?page=all

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....