Beberapa Dampak Buruk Food Wasting
- 25 Mei 2026 14:34 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Pernahkah kamu mengambil makanan terlalu banyak, lalu akhirnya tersisa di piring dan dibuang begitu saja? Atau membeli makanan karena lapar mata, tetapi berujung basi di kulkas? Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menjadi bagian dari persoalan besar yang dikenal sebagai food wasting atau pemborosan makanan.
Di era modern seperti sekarang, makanan memang semakin mudah didapat. Hanya lewat sentuhan jari, berbagai menu bisa langsung diantar ke rumah. Namun di balik kemudahan itu, banyak orang mulai lupa bahwa setiap makanan memiliki proses panjang sebelum sampai ke meja makan.
Satu butir nasi yang terbuang bukan hanya soal makanan yang tersisa. Ada kerja keras petani yang menanam, air yang digunakan selama proses produksi, tenaga para pekerja, hingga biaya distribusi yang membutuhkan energi besar. Karena itu, ketika makanan dibuang begitu saja, sebenarnya ada banyak sumber daya yang ikut terbuang percuma.
| Baca juga: Etika Digital dalam Kehidupan Online |
Dikutip dari Environment Indonesia, food wasting membawa berbagai dampak serius yang tidak bisa dianggap remeh.
Krisis Pangan Mengintai
Pemborosan makanan dapat memicu ancaman kelangkaan pangan. Tingginya jumlah makanan yang terbuang membuat sumber pangan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Padahal, selama proses produksi makanan, banyak sumber daya alam yang digunakan. Ketika makanan dibuang, maka air, energi, lahan, dan tenaga yang dipakai selama proses tersebut juga ikut sia-sia. Jika terus terjadi, kondisi ini dapat membawa manusia pada ancaman krisis pangan di masa depan.
Mempercepat Pemanasan Global
Sisa makanan yang menumpuk di tempat pembuangan akhir ternyata menghasilkan gas metana. Gas ini termasuk gas rumah kaca yang menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global.
Semakin banyak makanan yang terbuang, semakin besar pula gas metana yang dihasilkan. Dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi ancaman bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Mencemari Tanah dan Air
Tidak hanya menghasilkan gas metana, sampah makanan juga memunculkan limbah air lindi. Limbah ini berasal dari cairan hasil pembusukan sampah organik yang dapat meresap ke tanah dan mencemari sumber air.
Jika tidak dikelola dengan baik, air lindi bisa merusak kualitas lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Jadi food wasting bukan sekadar soal makanan yang tersisa di piring. Masalah ini berkaitan erat dengan lingkungan, ekonomi, hingga keberlangsungan hidup manusia.
Karena itu, langkah sederhana seperti mengambil makanan secukupnya, menyimpan bahan makanan dengan benar, dan mengolah kembali makanan sisa bisa menjadi cara kecil untuk mengurangi pemborosan makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....