Strategi UMKM Pertahankan Pelanggan
- 06 Okt 2026 15:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Menjalankan usaha membutuhkan keberanian, konsistensi dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Bagi Katini atau yang akrab disapa Jeng Tini, pelaku UMKM juga perlu percaya diri dalam mengembangkan usaha sekaligus mampu menyesuaikan produk dengan kondisi pasar.
Hal tersebut disampaikan Jeng Tini, pemilik Mekar Siip Jeng Tini, saat berbincang dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Sintang di Studio Pro 1 RRI Sintang, Senin, 5 Oktober 2026. Ia mengatakan, perjalanan menjalankan usaha lebih banyak memberikan pengalaman menyenangkan karena bidang kuliner yang digelutinya sesuai dengan hobinya mengolah berbagai jenis makanan.
“Kalau saya, lebih banyak sukanya karena memang saya hobi mengolah aneka makanan. Jadi, pekerjaan ini saya jalani dengan senang hati. Dukanya lebih terasa ketika harga bahan baku tidak stabil karena itu sangat berpengaruh terhadap usaha,” ujarnya.
Menurut Jeng Tini, perubahan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM. Ketika biaya produksi meningkat, pelaku usaha perlu berhati-hati menentukan harga jual agar tetap mampu bertahan tanpa membuat pelanggan beralih.
“Misalnya sebelumnya satu produk bisa kita jual Rp5.000, kemudian bahan bakunya naik, tetapi harga jual tetap Rp5.000. Kalau isi produknya dikurangi, saya juga tidak tega kepada pelanggan. Jadi, yang penting usaha tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian besar,” katanya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Jeng Tini tidak hanya mengandalkan keuntungan dari satu jenis produk. Beragam produk yang dijual menjadi strategi untuk menjaga keseimbangan usaha ketika keuntungan dari salah satu produk mengalami penurunan.
“Produk kita kan banyak. Jadi, kalau dari satu produk keuntungannya tidak terlalu besar, mungkin dari produk lain bisa membantu. Bisa dibilang kita melakukan keuntungan silang, karena tidak semua produk harus menghasilkan keuntungan besar,” tuturnya.
Ia menilai mempertahankan pelanggan menjadi bagian penting dalam menentukan strategi usaha. Karena itu, Jeng Tini tidak selalu mengejar keuntungan maksimal dari setiap produk selama harga masih dapat dijangkau dan konsumen tetap merasa nyaman.
“Yang penting pelanggan kita jangan sampai lari. Jadi, tidak semuanya harus untung besar. Ada produk yang mungkin keuntungannya kecil, tetapi tetap kita jalankan agar pelanggan tetap merasa nyaman,” ujarnya.
Selain harga dan kualitas produk, Jeng Tini juga memperhatikan kemasan sebagai bagian dari identitas usaha. Menurutnya, konsumen perlu mengenali ciri khas produk agar lebih mudah membedakannya dengan produk lain yang ada di pasaran.
“Packaging itu sangat penting karena konsumen perlu mengenali ciri khas produk kita. Ketika stiker sempat diganti, ada konsumen yang bertanya apakah produk tersebut masih milik Mekar Siip Jeng Tini,” katanya.
Pengalaman tersebut membuat Jeng Tini semakin menyadari pentingnya identitas visual dalam membangun kepercayaan pelanggan. Ia pun berusaha mempertahankan logo, warna dan tulisan yang menjadi ciri khas produknya.
“Saya selalu mengingatkan konsumen untuk mengenali logo Mekar Siip Jeng Tini. Warna dan tulisan pada kemasan itu menjadi tanda bahwa produk tersebut memang berasal dari usaha kami,” tuturnya.
Meski demikian, Jeng Tini tidak menerapkan kemasan premium untuk seluruh produknya. Ia menyesuaikan jenis kemasan dengan karakter produk, sasaran konsumen dan daya beli pasar karena menurutnya tidak semua pelanggan membutuhkan kemasan dengan tampilan yang mahal.
“Tidak semua konsumen menginginkan kemasan premium. Ada yang justru lebih memilih kemasan sederhana karena harganya lebih sesuai dengan pasar mereka. Jadi, kami mengikuti kebutuhan dan selera konsumen,” ujarnya.
Usaha Mekar Siip Jeng Tini telah dirintis sejak 2016 dan terus dikembangkan melalui berbagai pembenahan. Jeng Tini juga mengikuti pendampingan yang memberikan pengetahuan mengenai pemasaran, digitalisasi dan pengelolaan keuangan untuk mendukung perkembangan usahanya.
Pemanfaatan platform digital turut menjadi bagian dari strategi pemasaran Mekar Siip Jeng Tini. Media sosial dan e-commerce dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.
“Sampai sekarang penjualan online masih berjalan. Media sosial dan e-commerce sangat membantu karena kita bisa menjangkau konsumen dari berbagai daerah. Ketika ada pelanggan yang melakukan pembelian ulang, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Jeng Tini juga mengajak pelaku UMKM, khususnya perempuan, agar tidak minder meskipun usaha yang dijalankan masih berskala mikro. Menurutnya, usaha kecil tetap memiliki peran dalam membantu perekonomian keluarga sehingga pemiliknya harus memiliki mental yang kuat.
“Kita sebagai pemilik usaha harus percaya diri. Walaupun usaha kita masih mikro dan hasilnya mungkin belum besar, mental kita harus kuat. Ketika perempuan ikut berusaha, kita juga bisa memberikan tambahan untuk ekonomi keluarga,” tuturnya.
Ia berpesan agar pelaku UMKM terus menjaga semangat, konsisten dan mau memperbaiki produk. Kemampuan membaca selera konsumen, mempertahankan identitas produk serta beradaptasi dengan persaingan dinilai penting agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....