Fashion dan Tanaman Hidup Tumbuhkan Ekonomi Lokal
- 09 Jun 2026 08:42 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Usaha di bidang fashion berbasis tenun dan tanaman hidup terus menunjukkan kontribusi positif dalam menumbuhkan ekonomi lokal di Kabupaten Sintang. Melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat, pelaku UMKM mampu bertahan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam program UMKM Bicara yang digelar di Studio Pro 1 RRI Sintang, Senin, 8 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan Owner Galeri Sintang, Sumjulia, S.Hut, dan Owner Kios Bunga Kembang Ayu, Umi Badriyatun, S.Pd.I., yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha masing-masing.
Sumjulia mengatakan Galeri Sintang yang berlokasi di Pasar Raya Sintang, Jalan Partisipasi Komplek Pasar Raya Blok B23, terus mengembangkan produk tenun melalui berbagai inovasi. Selain melayani penjualan langsung, pemasaran juga dilakukan melalui media sosial dan promosi dari mulut ke mulut untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Penjualan tenun selama Januari hingga Mei masih berjalan cukup stabil meski mengalami pasang surut. Produk yang dipasarkan berasal dari para penenun di sejumlah wilayah seperti Ensaid Panjang, Umin, Kelam Permai, dan Desa Baning Panjang yang selama ini menjadi mitra pengrajin,” menurutnya.
Meski demikian, pelaku usaha tenun masih menghadapi tantangan berupa ketersediaan bahan baku dan kebutuhan menghadirkan variasi produk baru. Menurut Sumjulia, pelaku ekonomi kreatif harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi ciri khas tenun daerah.
Sementara itu, Umi Badriyatun menjelaskan usaha Kembang Ayu yang dirintis sejak 2014 bergerak di bidang tanaman hias, tanaman buah, pupuk, media tanam, rental tanaman, hingga dekorasi tanaman hidup. Usaha yang berlokasi di Jalan Akcaya II Gang Darussalam Nomor 18 tersebut kini memiliki sekitar 100 jenis tanaman yang dipasarkan kepada pelanggan.
“Pemasaran dilakukan melalui Facebook, WhatsApp, dan media sosial yang diperbarui setiap hari sehingga mampu menjangkau pelanggan hingga Pulau Jawa, Sulawesi, Papua, dan Aceh. Namun, ia mengaku pernah mengalami masa sulit saat banjir besar tahun 2021 merendam sebagian besar koleksi tanamannya hingga sekitar 75 persen mengalami kerusakan,” katanya.
Menurut Umi, sejumlah tanaman yang sedang diminati konsumen saat ini antara lain bougenville, aglaonema merah, caladium, dan berbagai jenis lidah mertua variegata. Harga tanaman yang ditawarkan mulai dari Rp10 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenis dan ukuran tanaman.
Di akhir dialog, kedua pelaku UMKM sepakat bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha. Mereka mengajak masyarakat untuk berani memulai usaha, melakukan riset pasar, terus berinovasi, dan tidak mudah menyerah agar mampu bertahan serta ikut menumbuhkan ekonomi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....