Es Gabus Bunda Ruby, Jajanan Jadul yang Kembali Digemari Warga Sintang
- 17 Mei 2026 10:23 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Di tengah maraknya kuliner kekinian, jajanan tradisional ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Es Gabus Bunda Ruby” yang kini mulai dikenal masyarakat di Kabupaten Sintang. Usaha rumahan ini resmi berdiri sejak 20 Januari 2026 dan menghadirkan kembali cita rasa jajanan masa kecil dengan tampilan yang lebih menarik dan berwarna-warni.
Despayanti, pemilik usaha Es gabus Bunda Ruby mengatakan, ide memulai bisnis es gabus muncul setelah terinspirasi dari teman online. Ia memilih menjual es gabus karena modal yang relatif kecil, bahan baku yang mudah didapat, serta karena jajanan tersebut sudah mulai jarang ditemukan. Menurutnya, kondisi itu menjadi peluang untuk menghadirkan kembali makanan jadul yang masih dirindukan banyak orang. Es Gabus Bunda Ruby menyasar semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Keunikan produknya terletak pada tampilan warna-warni yang menarik serta banyaknya pilihan rasa. Dari berbagai varian yang tersedia, rasa pelangi menjadi favorit pelanggan dan paling sering diburu pembeli.
Dalam proses pembuatannya, bahan utama seperti tepung hunkue, santan, dan gula dicampurkan lalu diberi pewarna atau perisa sesuai varian yang diinginkan. Adonan kemudian dimasak hingga mengental dan meletup-letup sebelum dituangkan ke dalam cetakan persegi panjang. Setelah mengeras, adonan dipotong-potong, dibungkus, lalu dimasukkan ke dalam freezer hingga beku dan siap dijual.
"Perkembangan usaha ini terbilang cukup baik. Awalnya pembeli hanya berasal dari anak-anak dan tetangga sekitar rumah. Namun kini, produk Es Gabus Bunda Ruby mulai dipasarkan kembali oleh beberapa reseller dan warung kecil di Sintang. Pemilik usaha mengaku bersyukur karena pelanggan terus bertambah dan banyak yang melakukan repeat order," ujarnya.

Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar datang dari faktor cuaca dan persaingan dengan kuliner modern. Saat musim hujan, penjualan cenderung menurun. Selain itu, es gabus sebagai jajanan tradisional juga harus bersaing dengan tren makanan kekinian yang lebih populer di kalangan anak muda. Masa sulit juga sempat dirasakan saat bulan Ramadhan lalu. Kondisi cuaca yang sering hujan serta banyaknya penjual takjil membuat penjualan menurun. Namun, pemilik usaha mencoba bertahan dengan memperkuat promosi di media sosial dan membuka sistem pre-order untuk suguhan Lebaran. Strategi tersebut ternyata membuahkan hasil karena banyak masyarakat memesan es gabus untuk acara tarempoh, tradisi silaturahmi yang cukup dikenal di Sintang.
Dalam menjalankan usaha, pemasaran dilakukan melalui media sosial dan penawaran langsung ke warung-warung agar produk bisa dijual kembali. Hingga kini, usaha tersebut masih dikelola bersama suami dan anak-anak di rumah. Meski demikian, pemilik berharap suatu saat nanti dapat membuka lapangan pekerjaan dengan merekrut karyawan tambahan.
Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan uang jajan anak sehari-hari, usaha ini juga menjadi motivasi bagi pemilik untuk terus berinovasi. Ke depan, Es Gabus Bunda Ruby berencana menambah variasi rasa dan menciptakan bentuk es gabus yang lebih unik agar semakin diminati masyarakat.
Despayanti juga memiliki harapan besar agar produknya dapat masuk ke pasar yang lebih luas, tidak hanya di Sintang tetapi juga ke luar daerah. Ia berharap es gabus bisa terus berkembang dan dikenal lebih banyak masyarakat dari berbagai kalangan.
Bagi anak muda yang ingin memulai usaha UMKM, pemilik Es Gabus Bunda Ruby berpesan agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih maju.
Salah satu momen paling berkesan selama menjalankan usaha ini adalah ketika melihat pelanggan generasi 80-an dan 90-an bernostalgia saat menikmati es gabus. Banyak dari mereka mengenang jajanan masa kecil dan bahkan memperkenalkannya kembali kepada anak-anak mereka. Momen itulah yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sang pemilik.
“Es gabus manis, lembut dan segarnya bikin nagih,” ujarnya menggambarkan usaha yang kini perlahan tumbuh dan mendapat tempat di hati masyarakat Sintang. (WH)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....