Produk Unik UMKM Ulak Jaya
- 26 Mei 2026 14:21 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Program UMKM Bicara yang disiarkan di Studio Programa 1 RRI Sintang menghadirkan dua pelaku UMKM perempuan inspiratif yakni Ibu Nurhayati pemilik usaha Langkau Mak Moy dan Ibu Mas Kusmawarni pemilik usaha Langkau Dara Juanti pada Senin, 25 Mei 2026. Mengangkat tema “Inspirasi Usaha Kuliner Rumahan Bersama Pelaku UMKM Perempuan”, keduanya berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha kuliner khas daerah berbasis bahan lokal. Kehadiran mereka memberikan motivasi bagi masyarakat khususnya perempuan untuk terus berinovasi dalam membangun usaha rumahan.
Ibu Mas Kusmawarni memperkenalkan berbagai produk unggulannya seperti Kue Sagu, Abon Rebung, Serundeng Rebung, stik bawang daun kelor dan permen jambu. Ia menjelaskan bahwa nama Langkau Dara Juanti dipilih sebagai upaya memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat. Dalam bahasa Indonesia, langkau berarti rumah di sawah sedangkan Dara Juanti merupakan nama jalan tempat usahanya berada. “untuk memperkenalkan bahasa daerah kita saya mengambil inisiatif untuk membikin langkau dara juanti yang arti dalam bahasa indonesianya langkau itu rumah di sawah, dara juanti nama jalan alamat tempat usaha”. Katanya. Menurutnya penggunaan nama tersebut menjadi identitas sekaligus ciri khas usaha yang dijalankannya.
Lebih lanjut, Ibu Kusmawarni mengatakan dirinya memilih bahan baku rebung dan daun kelor karena mudah diperoleh di daerah sekitar. Dengan dukungan para mentor dan rekan-rekan dalam kelompok UMKM Ulak Jaya ia terus berupaya mengembangkan produk khas daerah agar mampu bersaing di pasaran. Salah satu produk andalannya abon rebung disebutnya lahir dari ide untuk menghadirkan produk unik yang belum pernah ada di daerah lain. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal.
Sementara itu Ibu Nurhayati atau yang akrab disapa Mak Moi memperkenalkan usaha Langkau Mak Moy dengan berbagai produk seperti aneka kue, sayur masak dan kerupuk bunga. Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan bahwa proses pembuatan kerupuk bunga memerlukan waktu yang cukup panjang dan ketelatenan tinggi. Bahkan proses pencetakan hingga membentuk motif bunga dilakukan menggunakan jempol tangan sehingga membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Mak Moi menuturkan proses pembuatan kerupuk dimulai dari tepung beras yang sengaja dihaluskan sendiri kemudian dijemur dan dikukus. Setelah itu bahan dijadikan adonan lalu dikukus kembali sebelum akhirnya dicetak satu per satu hingga membentuk kerupuk bunga yang khas. “Proses cukup panjang mulai dari tepung beras yang sengaja di haluskan sendiri kemudian di jemur lalu di kukus kemudian setelah itu dijadikan adonan lalu di kukus lagi barulah dicetak dengan jempol sehingga menjadi kerupuk”. Ucapnya. Melalui Program UMKM Bicara RRI Sintang kedua pelaku usaha perempuan ini berharap usaha kuliner rumahan berbasis bahan lokal dapat semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan kuliner khas daerah. (RMD)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....