Apa Bedanya Kabut Asap dan Kabut Biasa?
- 07 Agt 2026 07:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Langit yang tampak berkabut sering membuat banyak orang mengira semua kabut memiliki penyebab yang sama. Padahal, kabut yang muncul secara alami berbeda dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari proses terbentuknya, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesehatan.
Mengutip informasi RRI, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang, Dharmawan Wahyu Adhi, mengatakan kualitas udara di Kabupaten Sintang masuk kategori tidak sehat akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus (PM2.5) yang dipicu asap karhutla. Kondisi ini menjadi pengingat agar setiap orang lebih memperhatikan perubahan kualitas udara, terutama saat musim kemarau.
Kabut biasa terbentuk dari uap air yang mengembun ketika suhu udara menurun. Fenomena ini umumnya muncul pada pagi atau malam hari, terutama di daerah yang memiliki kelembapan tinggi. Setelah matahari mulai menghangatkan permukaan bumi, kabut biasanya perlahan menghilang tanpa meninggalkan dampak berarti terhadap kesehatan.
Berbeda dengan itu, kabut asap berasal dari partikel hasil pembakaran hutan, lahan, maupun vegetasi yang terbawa angin dan menyebar ke berbagai wilayah. Karena mengandung partikel halus dan berbagai zat pencemar, kabut asap dapat bertahan lebih lama, terutama ketika curah hujan rendah dan arah angin tidak banyak berubah.
Perbedaan keduanya juga dapat dikenali melalui ciri-ciri yang muncul. Kabut biasa umumnya tidak berbau dan terasa lebih lembap, sedangkan kabut asap sering disertai aroma menyengat, membuat jarak pandang berkurang, serta menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata, hidung, maupun tenggorokan setelah terpapar dalam waktu tertentu.
Meski sama-sama membuat pandangan menjadi terbatas, dampak keduanya sangat berbeda. Kabut alami lebih banyak dipengaruhi kondisi cuaca, sedangkan kabut asap berkaitan erat dengan pencemaran udara yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan apabila paparan berlangsung terus-menerus, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit paru.
Mengenali perbedaan kabut biasa dan kabut asap dapat membantu menentukan langkah yang tepat sebelum beraktivitas di luar ruangan. Saat kabut yang muncul disertai bau asap dan informasi kualitas udara menunjukkan kondisi memburuk, kewaspadaan perlu ditingkatkan agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....