Fenomena El Niño dan La Niña yang Berdampak bagi Indonesia
- 23 Agt 2026 14:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - El Niño dan La Niña merupakan dua fenomena iklim yang terjadi di Samudra Pasifik dan menjadi bagian dari ENSO. Meski berlangsung jauh dari Indonesia, keduanya dapat memengaruhi curah hujan, ketersediaan air, hingga risiko bencana hidrometeorologi.
El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur lebih hangat dari normal. Kondisi ini membuat Indonesia cenderung mengalami penurunan curah hujan sehingga risiko kekeringan, kekurangan air, serta kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Sementara La Niña terjadi ketika suhu laut di kawasan tersebut lebih dingin dari normal. Dampaknya, pembentukan awan hujan di Indonesia cenderung meningkat sehingga curah hujan lebih tinggi dan risiko banjir maupun longsor ikut bertambah.
Di Indonesia, kondisi musim kemarau perlu tetap diwaspadai. Masyarakat perlu menghemat penggunaan air dan menghindari pembakaran lahan, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering.
Kalimantan juga perlu mendapat perhatian karena kondisi kering dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Sebaliknya, ketika curah hujan meningkat, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan.
Dengan memahami pengaruh El Niño dan La Niña, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca serta mengambil langkah pencegahan sejak dini. (Lin)
Referensi:
https://sda.pu.go.id/balai/bhlk/id/berita/mengenal-el-nio-dan-la-nia-dua-wajah-berlawanan-dari-samudra-pasifik-yang-mempengaruhi-indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....