Sekolah dan Kesbangpol Bersinergi Bentuk Generasi Berkarakter dan Nasionalis

  • 20 Mei 2026 18:21 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Generasi muda merupakan aset paling berharga sebagai tunas bangsa. Oleh karena itu, tugas kita sebagai orang tua dan seluruh elemen masyarakat adalah menjaga mereka agar selalu terlindungi dari berbagai bahaya dunia digital serta degradasi moral. Selain itu, generasi muda juga harus dipersiapkan sejak dini menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memajukan kedaulatan Indonesia agar tetap tangguh menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, saat mengisi dialog Indonesia Cerdas dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026) sore.

Abdul Syufriadi mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang melalui Kesbangpol terus menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi terkait wawasan kebangsaan dengan memberikan pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan ketahanan nasional kepada generasi muda. Salah satu bentuk pelibatan pelajar dilakukan melalui partisipasi dalam seleksi paskibraka, serta keterlibatan dalam upacara dan apel pada hari-hari besar nasional guna menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Tentu peran pemerintah daerah dalam hal ini kami menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaan, memberikan pemahaman ideologi Pancasila dan ketahanan kepada generasi muda. Salah satu pelibatan bagi pelajar adalah partisipasi dalam seleksi paskibraka dan dilibatkan sebagai peserta upacara maupun apel pada hari-hari besar untuk memupuk rasa cinta tanah air,” ujar Abdul Syufriadi.

Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi di media sosial yang sering kali menguji nilai toleransi dan keberagaman di masyarakat. Oleh sebab itu, generasi muda diharapkan mampu berinteraksi dengan orang lain yang memiliki pandangan berbeda tanpa memicu intoleransi. Selain itu, fenomena perundungan dan komentar negatif di media sosial dinilai dapat mengancam nilai-nilai luhur kebangsaan.

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Sintang, Mardyanto, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Kabupaten Sintang melalui kegiatan yang bersifat edukatif.

“Memang belum mampu menjangkau semua sekolah. Sebenarnya kami ingin melaksanakan kegiatan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Sintang, namun mengingat efisiensi anggaran yang ada, kami mencoba memaksimalkan beberapa sekolah yang sering kami kunjungi, salah satunya SMA 2 Sintang, SMA di Sepauk, dan sekolah di Tebelian,” kata Mardyanto.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sintang, Mokhamad Aceng, mengatakan bahwa penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di sekolah dilakukan melalui berbagai kegiatan rutin. Salah satunya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi sebelum masuk kelas serta pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol-simbol negara dan jasa para pahlawan.

“Setiap pagi sebelum masuk kelas siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan wajib berdiri,” kata Aceng.

Aceng menambahkan, dalam Kurikulum Merdeka terdapat program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Di sekolah juga diterapkan kegiatan “Suara Demokrasi” dalam rangka pemilihan pengurus atau ketua OSIS. Nilai-nilai kebangsaan tersebut juga diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran.

Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan atau role model bagi peserta didik. Guru harus mampu memberikan contoh yang baik, seperti kedisiplinan, serta menjadi motivator yang mendorong siswa untuk terus berprestasi.

“Guru harus memiliki kepribadian yang baik agar peserta didik dapat mencontoh dan melakukan hal-hal yang terpuji,” ujarnya.

Sementara itu, siswa berprestasi Brenda mengatakan bahwa prestasi yang diraih menjadi bentuk kebanggaan bagi orang tua, sekolah, dan dirinya sendiri.

“Dengan prestasi ini saya ingin membanggakan orang tua, sekolah, dan diri saya sendiri,” katanya.

Hal senada juga disampaikan siswa lainnya, Talita. Ia mengatakan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui usaha kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh konsistensi.

“Dengan berprestasi saya ingin membuktikan bahwa usaha-usaha kecil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....