Kabut Asap Ancam Kesehatan, Lindungi Keluarga sejak Dini
- 14 Agt 2026 12:11 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang — Perlindungan kesehatan dari paparan kabut asap perlu dimulai dari tingkat keluarga dan komunitas. Masyarakat tidak hanya diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, tetapi juga menjaga kualitas udara di dalam rumah agar paparan asap tidak semakin memperburuk kondisi kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Henny Elida Siregar, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kesehatan Masyarakat, dalam siaran Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Sintang, Jumat (14/08/2026).
Henny menjelaskan, dampak buruk kabut asap tidak hanya dirasakan ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah. Asap juga dapat masuk ke dalam rumah apabila ventilasi, celah pintu dan jendela, serta kebersihan lingkungan tempat tinggal tidak diperhatikan.
“Perlindungan kesehatan perlu dimulai dari keluarga dan komunitas. Paparan kabut asap tidak hanya terjadi ketika kita berada di luar rumah, tetapi juga dapat masuk ke dalam rumah apabila ventilasi dan kondisi lingkungan tempat tinggal tidak dijaga,” jelas Henny.
Menurutnya, ketika konsentrasi asap di luar rumah sedang tinggi, masyarakat disarankan menutup celah pintu, jendela, dan ventilasi untuk meminimalkan masuknya asap ke dalam ruangan. Langkah tersebut juga perlu diikuti dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.
Selain mengurangi paparan asap, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi. Henny mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan air putih selama periode kabut asap.
“Masyarakat perlu memperhatikan asupan cairan dengan cukup minum air putih, minimal sekitar dua liter sehari, serta mengonsumsi makanan yang bergizi untuk membantu menjaga kondisi dan daya tahan tubuh,” ujarnya.
Henny juga mengingatkan masyarakat agar tidak menambah sumber polusi di dalam maupun di sekitar rumah. Kebiasaan merokok di dalam ruangan maupun membakar sampah di pekarangan, menurutnya, dapat semakin memperburuk kualitas udara yang sudah tercemar kabut asap.
“Hindari menambah polusi di dalam rumah, seperti merokok maupun membakar sampah di sekitar rumah. Kondisi udara yang sudah tercemar kabut asap jangan diperburuk dengan sumber polusi lainnya,” pesannya.
Ia menekankan, upaya perlindungan kesehatan membutuhkan peran seluruh anggota keluarga. Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, lansia, dan ibu hamil yang berisiko lebih terdampak oleh paparan polusi udara.
Henny mengingatkan masyarakat Kabupaten Sintang agar tidak menganggap kabut asap sebagai persoalan biasa. Memantau kualitas udara, membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta segera mencari pertolongan kesehatan apabila mengalami keluhan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko paparan asap.
“Dengan menerapkan langkah pencegahan sejak dari lingkungan keluarga, masyarakat diharapkan mampu mengurangi dampak buruk kabut asap dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, terutama mereka yang lebih rentan terhadap pencemaran udara,” jelasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dapat terus ditingkatkan selama kondisi kabut asap berlangsung. Perlindungan kesehatan yang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga hingga komunitas, menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah kualitas udara yang menurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....