Tips Menjaga Pertemanan agar Tetap Sehat dan Nyaman

  • 14 Agt 2026 08:06 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - apa itu pertemanan yang sehat?

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerjasama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan, afeksi dan perasaan. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, sering kali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan sering kali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Psikolog Caca menyebutkan bahwa pertemanan sehat itu dapat terjalin atau hadir apabila hubungan dari kedua pihak atau lebih dipenuhi dengan emosi positif dan bersifat suportif satu sama lain.

“Sebuah hubungan pertemanan sehat pada anak dapat dikatakan sehat apabila kedua pihak (atau pihak-pihak) yang terlibat dalam hubungan tersebut cenderung berada dalam emosi yang positif dan mendukung perkembangan satu sama lain, apabila terjadi konflik akan dihadapi bersama dalam upaya mempertahankan hubungan tersebut. “ ucapnya.

Ia juga memberikan referensi indikator pertemanan sehat pada anak yang dapat dilihat dari aspek-aspek yang mengikat pertemanan anak. Apabila pertemanan itu sehat, maka dalam pertemanan tersebut anak akan banyak belajar dan/atau dipenuhi refleksi saling menghargai (Respect), Kesetaraan (Equality), Kepercayaan (Trust), Dukungan (Support), dan komunikasi (Communication). Sebaliknya apabila pertemanan anak cenderung akan banyak merasakan hal-hal yang tidak baik dalam pertemanannya, baik itu ketidakjujuran, terlalu banyak kompetisi dan lain sebagainya yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Namun, tidak semua pertemanan membawa dampak positif. Ada juga hubungan yang terlihat akrab dan penuh tawa ternyata menyimpan tanda bahaya atau red flag yang sering kali diabaikan karena rasa tidak enak, takut kehilangan, atau sudah terlalu lama bersama. Pertemanan yang red flag biasanya ditandai dengan hubungan yang tidak seimbang. Salah satu pihak selalu memberi, sementara yang lain hanya menerima. Ada teman yang datang hanya saat membutuhkan bantuan, tetapi sulit ditemukan ketika kita sedang berada dalam masalah. Hubungan seperti ini perlahan dapat membuat seseorang merasa dimanfaatkan dan tidak dihargai. Selain itu, candaan yang terus-menerus merendahkan, membuka aib di depan orang lain, atau menyindir kekurangan juga bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Tanda lain yang sering muncul adalah rasa iri dan tidak tulus. Teman yang baik seharusnya ikut bangga ketika kita meraih prestasi. Namun dalam pertemanan yang tidak sehat, keberhasilan justru dibalas dengan sindiran, sikap dingin, atau bahkan usaha untuk menjatuhkan. Tidak jarang pula muncul sikap posesif dan mengontrol, seperti melarang kita dekat dengan orang lain atau membuat kita merasa bersalah ketika tidak selalu menuruti keinginannya. Jika dibiarkan, hubungan seperti ini dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat kita merasa tertekan.

Dampak dari pertemanan red flag tidak bisa dianggap ringan. Seseorang bisa merasa lelah secara emosional, kehilangan jati diri, bahkan merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman. Karena itu, penting untuk menyadari bahwa kita berhak berada dalam lingkungan yang mendukung dan menghargai diri kita. Menjaga jarak atau menetapkan batasan bukan berarti kita jahat, melainkan bentuk menjaga diri. Intinya, pertemanan yang sehat adalah hubungan yang saling menguatkan, bukan melemahkan. Jika sebuah pertemanan lebih sering menghadirkan luka daripada kebahagiaan, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi. Kehilangan teman yang tidak sehat bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal untuk menemukan lingkungan yang lebih positif dan membuat kita berkembang menjadi versi terbaik dari diri sendiri. (aea)

Lalu? bagaimana cara menjaga pertemanan dengan baik dan sehat? berikut adalah tips nya

1.Beri Dukungan, Kepercayaan, dan Junjung Kejujuran

Setiap orang membutuhkan dukungan atau support system, dan persahabatan yang sehat adalah salah satunya. Saat kamu menganggap diri kamu sebagai sahabat seseorang, kamu secara implisit menawarkan untuk menjadi bagian dari support system-nya. Jadi, usahakan untuk selalu ada dan memberinya dukungan saat ia membutuhkannya. Jika tidak, jangan terkejut jika ia juga tidak pernah ada saat kamu butuhkan. Persahabatan dibangun di atas kebersamaan dan timbal balik. Jika kamu ada untuknya, ia akan ada untuk kamu. Selain itu, penting juga untuk memercayainya dan selalu jujur padanya. Sekali saja kamu membohonginya, kepercayaannya padamu akan runtuh. Jika kamu tidak bisa jujur atau merasa perlu menyembunyikan sesuatu darinya, itu adalah tanda persahabatan yang tidak sehat.

2.Jangan Menghakimi

Sahabat yang baik dapat mengakui bahwa setiap orang adalah manusia yang pasti pernah melakukan kesalahan. Jika sahabat kamu memilih sesuatu yang berbeda dengan prinsip atau apa yang menurut kamu baik, hargai pilihannya dan jangan menghakiminya. Seorang sahabat tidak harus selalu menyukai atau menyetujui pilihan sahabatnya. Namun, sahabat yang baik akan menerima pilihan sahabatnya, apapun yang terjadi.

3.Jangan Bergosip di Belakang

Gosip adalah hal berbahaya yang sering digunakan untuk memperkuat posisi sendiri dalam lingkungan sosial. Awalnya, gosip digunakan sebagai alat untuk melindungi orang dari membuat kesalahan yang telah dilakukan orang lain sebelumnya. Misalnya untuk memperingatkan seorang teman, "Tammy menyontek saat ujian, dan akhirnya dia harus mengambil kembali Aljabar sepenuhnya," Lalu diiringi pesan untuk jangan sampai seperti itu. Gosip lahir dari keinginan untuk melindungi orang lain, bukan melukai subjek gosip. Namun sayangnya, gosip saat ini dirancang untuk merusak reputasi orang lain, yang merupakan perubahan haluan 180 derajat dari tujuan aslinya. Jadi, jika kamu ingin menjalin persahabatan yang sehat, jangan pernah bergosip tentang sahabatmu di belakangnya, karena itu akan merusak reputasinya.

4.Hormati Batasan

Beberapa orang mungkin kesulitan membiarkan orang lain dekat dengan mereka karena takut disakiti atau takut terlalu dicampuri urusannya. Jadi, jangan menekan sahabat kamu, beri ruang yang ia butuhkan untuk merasa nyaman, dan biarkan hubungan semakin dalam seiring berjalannya waktu. Hal yang indah tentang persahabatan yang kuat adalah bahwa mereka memberikan kebebasan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

6.Menerima dan Memaafkan

Ketika kamu mengharapkan lebih banyak dari orang lain, hubungan tidak akan bertahan seperti yang kamu harapkan. Tidak ada yang berjanji untuk menyempurnakan suatu hubungan persahabatan, jadi bersedia menerima dan memaafkan kekurangan orang lain membuat kamu lebih mungkin membangun persahabatan yang akan bertahan lama. Selain itu, penting juga bagi kamu untuk mengetahui saat kamu melakukan kesalahan. Jika kamu bisa mengakui saat kamu gagal mempertahankan akhir hubungan, kemungkinan besar seorang teman akan bisa memaafkan dan melangkah maju.

sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Persahabatan

https://www.cikal.co.id/blog?id=pahami-apa-itu-pertemanan-sehat-tantangannya-langkah-mengenalkannya-dan-dampak-positifnya-bagi-pengembangan-diri-anak

https://yogyakartakota.kemenag.go.id/kenali-dan-waspadai-pertemanan-yang-tidak-sehat-di-kalangan-remaja/

https://www.halodoc.com/artikel/bagaimana-cara-menjalin-persahabatan-yang-sehat?srsltid=AfmBOop2DiUbEvHv87_Pv5VxkzuTKxHy2QEgKTR72PLYZXjZnpE23aEn

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....