Pengobatan dan Cara Mencegah agar Tidak Dehidrasi

  • 28 Jan 2026 15:30 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - adapun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengobati dehidrasi :

Pengobatan Dehidrasi

Pengobatan dehidrasi bertujuan mengganti mineral dan cairan tubuh yang hilang. Cara paling mudah tentunya dengan mengonsumsi lebih banyak air mineral atau jus buah dengan konsistensi yang encer.

Selain itu, pengidap turut dibolehkan mengonsumsi minuman dengan rasa manis untuk membantu menggantikan gula yang hilang atau camilan dengan rasa asin guna membantu menggantikan natrium atau garam dalam tubuh. 

Saat kamu mengalami dehidrasi, tubuh tidak hanya kehilangan cairan, tetapi juga gula dan garam. Mengonsumsi oralit juga bisa membantu mengembalikan kadar keseimbangan mineral tersebut.

Akan tetapi, kamu tetap harus bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi oralit. 

Apabila dehidrasi terjadi karena diare, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi jus buah, minuman berkafein, dan bersoda. Sebaliknya, ganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang dengan mengonsumsi minuman elektrolit atau isotonik.

Bergantung pada usia dan tingkat keparahannya, berikut ini beberapa cara mengatasi dehidrasi:

1. Dehidrasi pada Bayi

Bayi yang masih di bawah 6 bulan yang mengalami dehidrasi dianjurkan untuk mengonsumsi ASI lebih sering, misalnya saat sedang muntah, diare, atau demam.

Apabila bayi mengonsumsi susu formula, gantilah dengan susu formula tanpa kandungan laktosa sampai diare berhenti sepenuhnya.

Laktosa akan lebih sulit dicerna tubuh bayi yang sedang diare, bahkan bisa membuat diare menjadi lebih buruk. Apabila bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan, berikan ASI dan air putih serta oralit.

2. Dehidrasi pada Anak

Pengobatan dehidrasi yang terjadi pada anak tidak cukup hanya memberikan air mineral.

Pemberian air yang berlebihan justru dapat mengakibatkan penurunan kadar mineral dalam tubuh anak dan membuat dehidrasi semakin memburuk.

Jadi, ganti air mineral dengan larutan oralit, terlebih saat anak mengalami diare dan muntah. 

3. Dehidrasi pada Atlet

Guna mengatasi dehidrasi yang terjadi karena olahraga, seperti yang kerap dialami atlet, mengonsumsi minuman berenergi yang memiliki kandungan elektrolit dan asupan karbohidrat adalah opsi paling tepat.

Hindari mengonsumsi segala jenis minuman soda, mengandung kafein, dan alkohol.

Perlu diketahui pula bahwa atlet memiliki risiko mengalami hiponatremia apabila mengonsumsi terlalu banyak air mineral dalam waktu singkat. 

4. Dehidrasi Berat

Anak maupun orang dewasa dengan kondisi dehidrasi berat perlu segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Terutama apabila pengidap kesulitan makan maupun minum bahkan mengalami hilang kesadaran.

Biasanya, dokter akan melakukan penanganan pertama dengan memberikan cairan maupun obat melalui infus atau parenteral.

Komplikasi Dehidrasi

Dehidrasi yang tidak segera mendapatkan penanganan atau tidak ditangani dengan baik bisa berujung pada berbagai komplikasi, seperti:

1. Masalah pada Saluran Kemih dan Ginjal

Dehidrasi bisa berdampak pada terjadinya infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, hingga gagal ginjal akut. Kondisi ini bisa semakin memburuk, terlebih apabila dehidrasi terjadi lebih dari satu kali. 

2. Hipertermia

Melakukan aktivitas fisik yang berat tanpa memperhatikan kebutuhan asupan cairan tubuh dapat mengakibatkan dehidrasi dan memicu kenaikan suhu tubuh secara signifikan.

Kondisi yang disebut hipertermia ini bisa berujung pada heat stroke.

3. Kejang

Terjadinya gangguan keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh, terlebih kalium dan natrium bisa menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi yang berujung pada kejang. 

4. Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik menjadi komplikasi karena dehidrasi yang paling serius. Bahkan, tanpa adanya penanganan, kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa. 

Pencegahan Dehidrasi

Guna mencegah dehidrasi, langkah pencegahan paling utama yang bisa dilakukan adalah memenuhi asupan cairan harian tubuh.

Selain air mineral, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi infused water atau sparkling water.

Upaya pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu:

  • Minum air putih setidaknya 8 gelas atau 2 liter setiap harinya untuk orang dewasa. 
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti sayuran dan buah.
  • Pastikan cukup minum saat sedang berolahraga, terlebih saat cuaca sedang panas.
  • Penuhi asupan cairan pada anak atau orang dewasa yang sedang sakit, terlebih saat mengalami demam, muntah, dan diare.
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol dan mengandung kafein.

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, dehidrasi bisa ditangani secara mandiri dan tidak membutuhkan penanganan medis.

Akan tetapi, segera lakukan pengobatan ke dokter apabila kamu mengalami dehidrasi dengan gejala berikut ini:

  • Muntah.
  • Diare yang tidak berhenti lebih dari 24 jam.
  • Feses berwarna hitam pekat atau berdarah.
  • Mengalami kantuk yang tidak biasa dan disorientasi.
  • Merasa mudah tersinggung.

Perlu diperhatikan pula bahwa dehidrasi yang terjadi pada anak dan bayi merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera mendapatkan penanganan.

Inilah mengapa, tetap waspada dengan gejala dehidrasi pada bayi dan anak, seperti:

  • Terlihat mudah mengantuk.
  • Sangat haus atau bahkan tidak kuat menyusu.
  • Napas menjadi lebih cepat.
  • Tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.
  • Mata tampak cekung ke dalam.
  • Ubun-ubun terlihat cekung.
  • Mulut kering dan bibir pecah-pecah.
  • Popok tetap kering selama lebih dari 6 jam atau urine berwarna lebih gelap.
  • Tangan dan kaki dingin. 

Kesimpulan

Dehidrasi adalah kondisi umum yang dapat dicegah dan diobati.

Penting untuk mengenali gejala dehidrasi dan mengambil langkah-langkah untuk menggantikan cairan yang hilang.

Minumlah banyak cairan sepanjang hari, terutama saat berolahraga atau berada di cuaca panas.

Jika mengalami gejala dehidrasi yang parah, segera cari pertolongan medis.

sumber : Halodoc.com/

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....