Gus Irawan: Kesadaran Kolektif Kunci Utama Selamatkan Lingkungan Hidup

  • 18 Jun 2026 18:50 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sipirok – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Tapanuli Selatan dilaksanakan di Kebun Raya Sipirok pada 17-18 Juni 2026 dan acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.

Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menjadikan sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kian nyata.

Menurutnya, berbagai bencana yang berulang terjadi di Tapanuli Selatan menjadi alarm keras bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama.

“Bencana yang terjadi semakin mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem. Tapanuli Selatan hampir setiap tahun menghadapi bencana yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Gus Irawan, Rabu, 17 Juni 2026.

Keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta komunitas lingkungan kata Gus Irawan, menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif.

“Kalau lingkungan tidak dikelola dengan baik, maka yang merasakan dampaknya adalah kita semua,” ujarnya.

PT Agincourt Resources (PTAR) yang hadir pada peringatan tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui sejumlah program keberlanjutan di wilayah operasionalnya.

Manager Environmental PTAR Mahmud Subagya menyebut perusahaan menerapkan rehabilitasi lahan secara progresif tanpa menunggu masa pascatambang. Hingga akhir 2025, sebanyak 54 hektare lahan telah direhabilitasi untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan.

PTAR juga mengembangkan pembibitan seluas 6.000 meter persegi yang pada 2025 menghasilkan lebih dari 52 ribu bibit tanaman, termasuk spesies lokal Batang Toru. Dalam lima tahun terakhir, total 187.615 bibit telah dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi dan konservasi.

Di sektor energi, perusahaan memasang panel surya berkapasitas 2 MWp, menggunakan alat berat hybrid, memanfaatkan energi terbarukan melalui Renewable Energy Certificate (REC), serta beralih ke bahan bakar B40 guna menekan emisi karbon.

Selain itu, PTAR mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui Waste Sortation Facility (WSF). Fasilitas tersebut mampu mendaur ulang hingga 65 persen sampah yang masuk menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos, eco enzyme, furnitur daur ulang, dan budidaya maggot.

“Melalui berbagai program tersebut, PTAR berupaya menyeimbangkan aktivitas pertambangan dengan upaya pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....