Penyebab Kerugian di Bulan Ramadan

  • 17 Mar 2026 18:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Bulan Ramadan sering kali dipandang sebagai kesempatan emas untuk meraup pahala. Namun, tidak sedikit umat Muslim yang justru terjebak dalam kondisi merugi karena gagal memahami esensi ibadah puasa yang sesungguhnya.

Ustaz Muhammad Miftahul Qori Tanjung, menyoroti golongan orang-orang yang melewatkan keberkahan Ramadan meski secara fisik menjalankan ibadah puasa.

"Islam mengajarkan bahwa ada golongan orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus. Ini adalah kerugian terbesar bagi seorang hamba," ujar Ustad Miftahul saat program religi "Tauladan" di Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Ustad Miftahul, salah satu indikator utama seseorang termasuk dalam golongan merugi adalah tidak adanya perubahan perilaku. Ia menjelaskan secara edukatif bahwa puasa seharusnya menjadi madrasah atau tempat belajar untuk mengendalikan hawa nafsu, bukan sekadar rutinitas tahunan.

"Banyak yang menahan diri dari makan dan minum, tapi lisan dan tangannya tidak berhenti dari perbuatan maksiat, seperti menggunjing (ghibah) atau menebar kebencian. Secara fikih puasanya mungkin sah, namun secara nilai di hadapan Allah, pahalanya bisa gugur," tambahnya.

Selain aspek perilaku, Ustad Miftahul juga menyoroti fenomena gaya hidup digital saat ini. Menurutnya, kesibukan yang berlebihan terhadap media sosial, hiburan, hingga aktivitas belanja daring yang menyita waktu ibadah dapat menggerus keberkahan Ramadan.

Untuk menghindari kerugian tersebut, ia memberikan tips praktis bagi para pendengar, khususnya generasi muda. Ia menyarankan agar sisa waktu di bulan Ramadan dimanfaatkan untuk amalan sederhana namun bernilai besar, seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan menjaga konsistensi ibadah hingga akhir bulan.

"Kuncinya adalah niat dan manajemen waktu. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita lupa bahwa Ramadan adalah waktu terbatas yang belum tentu bisa kita jumpai kembali di tahun depan," tutupnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....