Mengenal Istilah “Ngabuburit” di Bulan Ramadan
- 06 Mar 2026 00:00 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Pemandangan warga yang memadati pusat-pusat keramaian untuk menghabiskan waktu sore menjelang berbuka puasa menjadi fenomena sosial yang rutin menghiasi bulan suci, atau yang akrab dikenal dengan istilah "ngabuburit". Tradisi ini kini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan telah menjadi identitas budaya nasional yang menyatukan masyarakat di berbagai penjuru Nusantara.
Secara etimologi, ngabuburit berasal dari kata dasar bahasa Sunda, burit, yang berarti sore atau petang. Merujuk pada data Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS), istilah ini merupakan kependekan dari ngalantung ngadagoan burit, atau bersantai sambil menunggu waktu sore. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini pun telah dibakukan menjadi "mengabuburit" yang berarti menunggu waktu berbuka puasa.
Andre, menjelaskan bahwa istilah ini mulai populer secara nasional sejak era 1980-an. "Awalnya tren ini berkembang masif di Bandung melalui acara musik islami, namun berkat peran media massa, kini masyarakat di Sumatera hingga Papua menggunakan istilah yang sama tanpa merasa asing," ujar Andre dalam program Celoteh Ramadan di Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu,4 Maret 2026.
Selain sisi historis, diskusi ini juga mengungkap kekayaan literasi budaya melalui istilah serupa di berbagai daerah. Di Minangkabau, masyarakat mengenal "malengah puaso" untuk mengalihkan rasa lapar, sementara suku Banjar di Kalimantan Selatan menyebutnya "basambang". Di Madura, terdapat istilah "nyarè malem" atau mencari malam sebagai padanan ngabuburit.
Penyebaran istilah ini menjadi bukti nyata bahwa bahasa daerah dapat menjadi lingua franca atau bahasa pemersatu. Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman Indonesia tidak menghalangi munculnya satu identitas kolektif dalam merayakan tradisi keagamaan.
Di Kota Sibolga sendiri, kegiatan ngabuburit kini sangat beragam, mulai dari berburu takjil di pasar Ramadan, kegiatan keagamaan di masjid, hingga menikmati senja di tepi pantai. Andre menambahkan bahwa bagi generasi muda, ngabuburit adalah momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga integritas ibadah melalui kegiatan yang bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....