Ramadan Bukan Sekadar Seremonial, tapi Kesungguhan Hati
- 10 Mar 2026 23:41 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Memasuki pekan kedua Ramadan, masyarakat diingatkan untuk tidak terjebak dalam rutinitas ibadah yang bersifat seremonial semata. Fenomena ibadah yang hanya menggugurkan kewajiban tanpa adanya perubahan perilaku.Padahal puasa seharusnya menjadi momentum transformasi diri, bukan sekadar tradisi tahunan yang datang dan pergi tanpa bekas.
Ustazah Adek Andriani menekankan bahwa kesungguhan dalam beribadah (ihsan) adalah kunci utama agar Ramadan tidak berlalu sia-sia. Menurutnya, banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus karena gagal menjaga esensi batiniah dari ibadah tersebut.
| Baca juga: Mengenal Istilah "Mokel" di Bulan Ramadan |
"Ramadan sering kali diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial seperti buka bersama atau bagi-bagi takjil. Itu baik, namun jangan sampai kemeriahan fisik tersebut mengalahkan kesungguhan kita dalam memperbaiki kualitas shalat, tadarus, dan akhlak kita kepada sesama," ujar Ustazah Adek dalam program religi "Tauladan" yang disiarkan langsung oleh Pro 2 RRI Sibolga pada Kamis, 5 Maret 2026.
Ustazah Adek juga mengingatkan pentingnya menjaga niat agar tetap ikhlas. Di era digital, batasan antara berbagi inspirasi dan pamer ibadah (riya) menjadi sangat tipis, sehingga diperlukan kewaspadaan hati yang tinggi.
| Baca juga: Iman dan Rasa Malu Sebagai Pondasi Akhlak |
Ia juga memberikan tips bagi para mahasiswa dan pekerja muda yang memiliki jadwal padat di Sibolga agar tetap bisa meraih keberkahan Ramadan. Menurutnya, kesungguhan tidak selalu diukur dari durasi ibadah yang panjang, melainkan dari konsistensi melakukan amalan kecil namun dilakukan dengan hati yang hadir.
"Bagi anak muda yang sibuk, gunakan waktu luang di sela kuliah atau kerja untuk berzikir atau mendengarkan murottal. Kesungguhan itu letaknya di hati. Allah melihat seberapa besar keinginan kita untuk mendekat kepada-Nya di tengah kesibukan dunia," tambahnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan Ramadan seseorang adalah adanya perubahan kebiasaan menjadi lebih baik setelah bulan suci berakhir. Jika nilai-nilai kesabaran dan kejujuran tetap terbawa di bulan-bulan berikutnya, maka itu adalah tanda puasa yang dijalani dengan kesungguhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....