Kedamaian dalam Memaafkan

  • 09 Mar 2026 00:56 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kedamaian dalam memaafkan adalah refleksi atas kemampuan seseorang untuk melepaskan rasa sakit, dendam, dan kemarahan terhadap orang lain. Ketika seseorang memaafkan, hatinya menjadi lebih ringan karena tidak lagi terbebani oleh emosi negatif.

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan memilih untuk tidak terus terikat pada luka masa lalu. Sikap ini membantu seseorang menerima keadaan dengan lapang dada dan melanjutkan hidup dengan pikiran yang lebih tenang.

Dalam konteks kehidupan dan ajaran Islam, memaafkan juga merupakan bentuk kemuliaan akhlak. Orang yang mampu memaafkan menunjukkan kedewasaan hati, kesabaran, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup.

Tausyiah tersebut disampaikan oleh Ustazah Gemitasari dalam acara Obrolan Ramadan, hadir menyapa pendengar menjelang waktu berbuka puasa. Acara tersebut disiarkan melalui Pro 1 dan kanal YouTube RRI Sibolga, Minggu, 8 Maret 2026.

Ustazah Gemitasari juga mengingatkan bahwa Islam sangat menganjurkan sikap saling memaafkan. “Orang yang mampu memaafkan menunjukkan keluasan hati dan kedewasaan iman.” ucapnya.

Menurutnya, banyak orang sulit memaafkan karena masih menyimpan rasa sakit dan kekecewaan. Padahal, memaafkan bukan hanya memperbaiki hubungan dengan manusia, tetapi juga menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah.

Dengan pembahasan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memaafkan dalam kehidupan. Sikap memaafkan diyakini dapat menghadirkan kedamaian, mempererat hubungan, serta menumbuhkan kasih sayang antar sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....