Anak Muda Butuh Sabar dan Ikhlas

  • 25 Feb 2026 08:39 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Kehidupan anak muda zaman sekarang tidak bisa lepas dari bayang-bayang media sosial yang sering kali menampilkan standar kesuksesan yang terlihat sangat cepat dan mudah. Fenomena ini kerap membuat banyak anak muda merasa gelisah, rendah diri, hingga stres karena merasa tertinggal jauh dari teman sebayanya yang terlihat lebih mapan atau sukses.

Melihat kondisi tersebut, nilai kesabaran dan keikhlasan bukan lagi sekadar nasihat lama, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga kesehatan mental. Ustazah Sari Anggun Goti menekankan bahwa di dunia yang serba kompetitif ini, anak muda butuh rem agar tidak mudah terbawa arus kegelisahan yang melelahkan hati.

Menurut Sari, sabar bagi anak muda bukanlah sikap pasif atau pasrah tanpa usaha. Sabar justru merupakan bentuk ketangguhan untuk tetap konsisten mengejar impian meskipun prosesnya terasa lambat atau penuh hambatan.

"Sabar itu soal ketahanan diri. Jangan sampai kita merasa gagal hanya karena melihat orang lain sukses lebih dulu di media sosial, karena setiap orang punya waktu mekar yang berbeda-beda," ujar Ustazah Sari dalam program Tauladan yang disiarkan Pro 2 RRI Sibolga pada Selasa, 24 Februari 2026.

Selain sabar, sikap ikhlas juga menjadi kunci agar batin tetap tenang. Bagi anak muda, ikhlas berarti belajar untuk tidak terlalu menggantungkan kebahagiaan pada hasil akhir atau pengakuan orang lain, melainkan fokus pada proses dan usaha terbaik yang bisa dilakukan.

Sari menjelaskan bahwa banyak pemuda merasa hancur saat mengalami kegagalan karena mereka terlalu terpaku pada target yang mereka buat sendiri. Ia menyarankan agar setiap usaha, baik itu belajar maupun bekerja, dilakukan dengan niat yang tulus agar hati tidak mudah goyah saat harapan tidak sesuai kenyataan.

"Ikhlas bukan berarti tidak punya ambisi, tapi kita belajar menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan setelah berjuang maksimal. Dengan begitu, mental kita tidak akan mudah tumbang saat rencana hidup kita meleset," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa melatih sabar dan ikhlas bisa dimulai dari hal-hal sederhana di kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar mengendalikan emosi saat dikritik teman, hingga tetap tenang saat menghadapi kendala pekerjaan yang tidak terduga.

"Anak muda yang keren adalah mereka yang sanggup berdamai dengan kegagalan lewat sabar dan punya kekuatan untuk bangkit lagi lewat ikhlas, tanpa perlu merasa insekur dengan hidup orang lain,"tambah Ustazah Sari kembali.

Menutup tausiahnya, ia mengajak para pemuda di Sibolga untuk tidak membiarkan gengsi atau tuntutan zaman merusak kedamaian hati mereka. Sabar dan ikhlas diyakini akan menjadi modal paling kuat bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian dengan lebih tenang dan optimis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....