Ramadan Jadi Momen Anak Muda Belajar Syukur

  • 25 Feb 2026 08:34 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dinilai menjadi waktu yang paling tepat bagi generasi muda untuk melepaskan diri dari jeratan standar hidup mewah yang seringkali memicu kecemasan di media sosial. Hal tersebut ditegaskan oleh Ustazah Rizka Amalia yang mengajak anak muda kembali pada hakikat kesederhanaan guna menjaga kesehatan mental selama bulan suci.

Ia menjelaskan bahwa esensi puasa sebenarnya adalah pendidikan mental untuk melatih rasa cukup (qana’ah), sebuah kesadaran yang sangat krusial agar anak muda tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi dunia maya.

"Anak muda harus sadar bahwa Ramadan bukan ajang perlombaan gaya hidup, melainkan waktu untuk melakukan detoksifikasi mental agar kebahagiaan sejati muncul dari kemampuan menghargai hal-hal kecil," ujar dalam program Tauladan yang disiarkan Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa kunci untuk mencapai kedamaian batin adalah dengan mempraktikkan cara bersyukur secara konsisten setiap hari. Langkah tersebut dapat dimulai dengan melakukan refleksi diri lima menit sebelum berbuka untuk mengingat keberkahan kecil, membatasi penggunaan media sosial yang memicu rasa iri, serta membiasakan diri berempati kepada mereka yang lebih kekurangan.

"Syukur adalah keterampilan batin yang jika dilatih terus-menerus melalui refleksi dan pembatasan ego akan membangun ketahanan mental yang kuat bagi pemuda dalam menghadapi kerasnya tuntutan zaman," tegasnya. Menurutnya, anak muda yang pandai bersyukur tidak akan mudah goyah oleh tren yang bersifat sementara.

Menurut Rizka, sering kali anak muda merasa kesederhanaan itu membosankan, padahal dalam kesederhanaan itulah seseorang bisa lebih fokus meningkatkan kualitas ibadah pribadi. Ia pun mengajak pendengar untuk mulai mengubah perspektif bahwa menjadi sederhana adalah bentuk kendali diri yang sangat hebat dan patut diapresiasi oleh diri sendiri.

"Jangan memaksakan gaya hidup yang hanya akan membebani masa depan, sebab keren yang sesungguhnya adalah ketika kita berani tampil apa adanya namun memiliki kualitas iman yang tinggi," tambahnya lagi. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat agar generasi muda tidak terjebak dalam utang demi gengsi semata.

Menutup tausiahnya di Pro 2 RRI Sibolga, ia berpesan agar generasi muda di wilayah pesisir Sibolga tidak membiarkan gengsi membunuh rasa syukur mereka. Ia meyakini bahwa dengan memulai perubahan dari cara berpikir, para pemuda dapat menjalani sisa bulan Ramadan dengan lebih khusyuk, tenang, dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....