Abid Ramadhan Momentum Kebangkitan Ibadah di Bulan Suci
- 06 Mar 2026 12:33 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Fenomena meningkatnya semangat ibadah dikalangan pria saat bulan Ramadhan kerap menjadi pemandangan yang umum ditengah masyarakat. Mereka yang sebelumnya terlihat kurang konsisten menjalankan shalat lima waktu, tiba-tiba menjadi lebih rajin ke Masjid, mengikuti Shalat Tarawih berjamaah, hingga memperbanyak ibadah lainnya.
Kondisi ini sering dikenal dengan Abid Ramadhan atau hamba Ramadhan, yaitu mereka yang menunjukkan peningkatan ibadah secara signifikan selama bulan suci, namun terkadang kembali lalai setelah Ramadhan berakhir. Tokoh Agama kota Sibolga, Ustadz Liberny, pada Kisah Unik Ramadhan Pro 1, Kamis, 5 Maret 2026 menjelaskan secara sosiologis dan religius, Ramadhan memang memiliki daya dorong spiritual yang sangat kuat bagi umat Islam.
Menurut Ustadz Liberny, suasana Ramadhan yang penuh dengan nuansa ibadah membuat banyak orang tersentuh untuk memperbaiki diri. Masjid menjadi lebih ramai, kegiatan keagamaan meningkat, serta lingkungan sosial ikut mendorong umat untuk lebih dekat dengan Allah.
“Ramadhan menghadirkan atmosfer yang berbeda. Masjid lebih hidup, orang-orang saling mengingatkan dalam kebaikan, dan pahala dilipatgandakan. Kondisi ini sering menjadi momentum bagi seseorang untuk mulai memperbaiki ibadahnya,” kata Ustadz Liberny.
Istilah Abid Ramadhan sendiri kerap digunakan sebagai sindiran halus bagi mereka yang hanya aktif beribadah selama bulan Ramadhan. Namun demikian, para ulama umumnya memandang fenomena ini secara lebih bijak.
Menurut Ustadz Liberny, meningkatnya ibadah di bulan suci tetap merupakan hal yang positif. Hal itu menunjukkan bahwa didalam diri seseorang masih ada iman dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah. “Walaupun ada yang hanya rajin di bulan Ramadhan, itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Bisa jadi, dari kebiasaan baik selama sebulan itu muncul kesadaran baru yang kemudian berlanjut setelah Ramadhan,” jelasnya.
Ramadhan juga dikenal sebagai bulan Tarbiyah atau Pendidikan Spiritual bagi umat Islam. Selama sebulan penuh, umat dilatih untuk disiplin dalam menjalankan shalat, menahan hawa nafsu, memperbanyak sedekah, serta membaca Al-Quran. Jika nilai-nilai itu mampu dipertahankan setelah Ramadhan berakhir, maka perubahan yang terjadi tidak lagi bersifat musiman, melainkan menjadi transformasi spiritual yang berkelanjutan.
Fenomena Abid Ramadhan sekaligus menjadi pengingat bahwa hidayah dapat datang kapan saja. Tantangan terbesar bukanlah memulai kebaikan di bulan Ramadhan, tetapi menjaga konsistensinya dalam kehidupan sehari-hari. “Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan menuju ketaatan yang lebih istiqamah sepanjang tahun, bukan hanya euforia ibadah yang berhenti setelah bulan suci berlalu,” kata Ustadz Liberny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....