Narkoba dan Dampaknya bagi Masa Depan Anak Muda

  • 25 Sep 2026 00:16 WIB
  •  Sibolga
Poin Utama
  • Dampak narkoba terhadap otak, kesehatan mental, pendidikan, dan pergaulan remaja menjadi fokus diskusi SPADA Pro 2 RRI Sibolga pada tanggal 24 September 2026.
  • Masa remaja adalah periode kritis dalam perkembangan otak dan kemampuan pengambilan keputusan yang rentan terhadap risiko penggunaan narkoba.
  • WHO menekankan bahwa penggunaan zat sejak usia muda berkorelasi dengan risiko ketergantungan yang tinggi dan berbagai masalah kesehatan di masa dewasa.

RRI.CO.ID, Sibolga - Dampak narkoba terhadap otak, kesehatan mental, pendidikan, dan pergaulan remaja dibahas dalam SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Kamis, 24 September 2026. Pembahasan tersebut mengajak anak muda memahami risiko narkoba dan pentingnya menjaga masa depan sejak dini.

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan otak dan kemampuan mengambil keputusan. WHO menyebut penggunaan zat sejak usia muda berkaitan dengan risiko ketergantungan dan masalah kesehatan pada masa dewasa.

WHO menjelaskan perkembangan otak remaja berlangsung pada bagian yang mengatur emosi, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls. Karena itu, penggunaan zat berisiko dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional remaja.

Dampak penyalahgunaan narkoba juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental pada anak muda. WHO menyebut perilaku penggunaan zat berisiko dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik remaja.

Penggunaan zat pada anak dan remaja juga berkaitan dengan masalah perilaku, emosi, sosial, serta prestasi akademik. Kondisi tersebut menunjukkan dampak narkoba dapat meluas hingga kehidupan sekolah dan hubungan dengan lingkungan sekitar.

Seorang pendengar Pro 2 RRI Sibolga , Afni mengatakan, “Menurut saya, anak muda perlu tahu dampaknya sebelum mencoba, bukan setelah mengalami masalah.” Menurut Afni, dukungan keluarga dan teman penting agar remaja berani menolak ajakan menggunakan narkoba.

Pencegahan tidak cukup dilakukan dengan memberikan larangan, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung kesehatan mental remaja. WHO menekankan pentingnya dukungan sosial, keterampilan mengelola emosi, serta lingkungan aman bagi perkembangan anak muda.

Karena itu, remaja yang menghadapi persoalan penyalahgunaan zat perlu mendapatkan dukungan dan akses terhadap bantuan yang tepat. WHO merekomendasikan penanganan sejak dini karena penggunaan zat pada usia muda dapat meningkatkan risiko dari gangguan penggunaan zat itu sendiri.

Generasi muda diajak berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan memilih kegiatan yang positif. Generasi muda juga harus mampu menjaga kesehatan, pendidikan, pertemanan, dan masa depan tanpa mempertaruhkan diri dengan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....