Milk Tea Hits, Nikmat atau Berisiko?
- 28 Jul 2026 22:55 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tren milk tea kembali populer di kalangan anak muda. Minuman ini hadir dengan berbagai rasa dan topping yang menarik.
Milk tea dikenal sebagai minuman perpaduan teh dan susu dengan berbagai varian rasa. Minuman ini berkembang dari tradisi minum teh di Inggris hingga populer di Asia.
Perkembangan terbesar terjadi saat Taiwan memperkenalkan bubble tea pada era 1980-an. Sejak itu, milk tea menjadi tren global dengan berbagai inovasi rasa dan topping.
Kini, milk tea hadir dengan beragam pilihan seperti brown sugar, matcha, hingga taro. Variasi topping seperti boba, jelly, dan pudding membuat minuman ini semakin diminati.
Selain rasanya yang nikmat, milk tea memiliki manfaat jika dikonsumsi secara bijak. Kandungan teh mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
Kafein dalam teh dapat membantu meningkatkan fokus dan menjaga energi saat beraktivitas. Susu juga memberikan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan tulang dan gigi.
Topik ini dibahas dalam program SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 28 Juli 2026. Pembahasan ini mengulas tren, manfaat, hingga dampak konsumsi milk tea di kalangan masyarakat.
Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan dampak kesehatan seperti peningkatan berat badan. Kandungan gula dan kalori tinggi juga berisiko memicu gangguan metabolisme tubuh.
Seorang pendengar, Sofia, menyampaikan bahwa ia sangat menyukai milk tea , “Saya suka milk tea, tapi sekarang mulai mengurangi gula supaya lebih sehat.”ujarnya.
Sofia juga menambahkan bahwa banyak anak muda mulai sadar pentingnya menjaga pola konsumsi minuman manis. Ia menilai tren hidup sehat kini mulai memengaruhi pilihan minuman sehari-hari.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menikmati milk tea. Konsumsi seimbang menjadi kunci agar tetap sehat tanpa harus meninggalkan tren kekinian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....