Rutin Olahraga tapi Berat Badan Tidak Turun? Inilah Alasannya
- 09 Nov 2024 13:08 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Banyak orang berharap bahwa dengan rutin berolahraga, terutama latihan kardio, berat badan akan turun dengan cepat. Namun, tidak sedikit yang merasa frustasi karena meski sudah berusaha keras, angka di timbangan tidak banyak berubah.
Seperti dikutip dari Alodokter yang menjadi topik bahasan Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga, Jum’at (8/9/2024) berikut alasan mengapa berat badan sulit turun meski rutin olahraga.
1. Terlalu Banyak Latihan Kardio
Latihan kardio seperti lari, bersepeda, atau berenang memang efektif untuk membakar kalori. Namun, terlalu banyak melakukan latihan kardio tanpa disertai latihan kekuatan bisa menyebabkan kehilangan massa otot. Otot memiliki peran penting dalam meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga lebih banyak otot berarti tubuh akan membakar lebih banyak kalori, bahkan saat istirahat.
Jika hanya fokus pada kardio tanpa membangun otot, metabolisme bisa melambat, yang berdampak pada penurunan berat badan yang kurang signifikan. Kombinasikan latihan kardio dengan latihan kekuatan. Lakukan latihan angkat beban atau resistance training untuk membangun otot yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh Anda.
2. Berolahraga Terlalu Lama Tanpa Efektivitas
Durasi latihan yang panjang tidak selalu efektif. Beberapa orang mengira bahwa semakin lama mereka berolahraga, semakin banyak lemak yang terbakar. Namun, latihan yang terlalu lama dapat meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres. Tingginya kadar kortisol dalam tubuh dapat memicu penyimpanan lemak, terutama di area perut. Selain itu, kelelahan dari olahraga terlalu lama justru bisa menurunkan kualitas latihan Anda.
Cobalah untuk menerapkan latihan intensitas tinggi atau High-Intensity Interval Training (HIIT) yang terbukti lebih efektif membakar lemak dalam waktu singkat tanpa memicu kadar kortisol terlalu tinggi.
3. Kurang Istirahat Setelah Berolahraga
Pemulihan adalah bagian penting dalam program kebugaran. Jika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, risiko kelelahan dan cedera akan meningkat, yang berdampak pada kualitas latihan. Kurang tidur atau istirahat yang tidak memadai juga bisa mengganggu hormon leptin dan ghrelin, yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, Anda mungkin merasa lebih lapar dan cenderung makan berlebih, yang bisa menghambat penurunan berat badan.
Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam (7-8 jam) dan beri jeda yang cukup untuk otot Anda pulih setelah sesi latihan intensif. Istirahat yang cukup membantu otot lebih kuat dan tubuh lebih efisien membakar kalori.
4. Durasi dan Frekuensi Olahraga yang Kurang
Berolahraga memang baik untuk kesehatan, namun jika durasi dan frekuensinya kurang, hasilnya juga mungkin tidak maksimal. Olahraga yang terlalu singkat dan dilakukan jarang mungkin tidak cukup untuk membakar kalori secara signifikan atau membangun daya tahan tubuh yang lebih baik.
Untuk itu disarankan berolahraga setidaknya 3-5 kali dalam seminggu, dengan durasi sekitar 30-60 menit per sesi, tergantung intensitasnya. Konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal.
5. Pola Makan Tidak Dijaga
Meskipun sudah rutin berolahraga, pola makan tetap berperan besar dalam proses penurunan berat badan. Kalori yang terbakar selama olahraga bisa saja tidak cukup besar dibandingkan dengan asupan kalori harian yang masuk. Jika Anda tidak mengatur pola makan atau sering mengonsumsi makanan tinggi kalori, berat badan akan sulit turun.
Selain berolahraga, perhatikan asupan makanan Anda. Fokuslah pada makanan yang kaya serat, protein, dan rendah kalori. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dan minuman manis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....